BANGKA BARAT – Kunjungan delegasi asal Australia ke Kabupaten Bangka Barat membawa warna tersendiri bagi dunia literasi daerah. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi budaya, tetapi juga memperkuat hubungan historis melalui penyerahan sejumlah buku yang berkaitan dengan peristiwa masa lalu di Kota Mentok.
Aktivitas tersebut berlangsung di Perpustakaan Daerah Bangka Barat, pada Selasa (17/2/2026) kemarin dan mendapat perhatian dari pengelola serta pengunjung yang hadir.
Agenda kunjungan difokuskan pada pengenalan fasilitas perpustakaan sekaligus diskusi ringan mengenai peran buku di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Para tamu menelusuri berbagai sudut ruang baca hingga ruang pameran arsip sejarah, yang menyimpan banyak catatan penting mengenai perjalanan daerah. Kehadiran mereka dinilai menjadi sinyal positif bagi penguatan kerja sama literasi lintas negara sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan sejarah.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bangka Barat, Farouk Y mengatakan, rombongan tamu melihat langsung koleksi yang tersedia di ruang baca umum maupun ruang baca anak. Ia menuturkan bahwa dialog yang terjalin juga membahas tantangan minat baca di era gawai.
“Mereka kunjungan, melihat koleksi buku di ruang baca umum dan ruang baca anak. Kemudian berdialog dengan kadin terkait peran buku dalam menghadapi serbuan gadget,” ujar Farouk.
Lebih lanjut, Farouk memaparkan beragam program literasi yang rutin digelar di perpustakaan daerah, mulai dari kunjungan literasi pelajar tingkat TK hingga SLTA, kegiatan speed reading, hingga English Corner yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing masyarakat.
“Diskusi kemudian berlanjut ke ruang pameran naskah kuno dan arsip sejarah yang membahas sejarah Mentok, didampingi perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan tamu dari Australia turut menyerahkan lima buku yang berisi kisah para tahanan yang pernah ditahan di Mentok. Bantuan buku tersebut diterima langsung oleh pihak perpustakaan sebagai tambahan koleksi referensi sejarah.
















