“Tahun lalu realisasi pergerakan masyarakat bahkan mencapai sekitar 154 juta orang. Karena itu kami tetap mengantisipasi kemungkinan peningkatan perjalanan masyarakat menjelang hari raya,” ucap Dudy.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan pihaknya telah menyiapkan sebanyak 6.859 masjid di seluruh Indonesia untuk dapat disinggahi pemudik. Program pemanfaatan masjid sebagai rest area ini dijadwalkan berlangsung mulai H-7 hingga H+7 Idulfitri.
Ia berharap, selain menjadi tempat beribadah dan beristirahat, masjid juga dapat menyediakan takjil bagi pemudik yang masih menjalankan ibadah puasa Ramadan. Pengelola masjid diimbau menyiapkan minuman hangat agar pengemudi bisa memulihkan stamina sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
“Beristirahat sejenak bisa menyelamatkan nyawa. Selain itu, untuk mencegah musibah karena kalau supirnya ngantuk dan nanti nabrak, kecelakaan banyak bisa terjadi,” ujar Nasaruddin.
Dengan sinergi ini, pemerintah berharap arus mudik Lebaran 2026 tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga lebih aman dan manusiawi. Pemanfaatan ribuan masjid sebagai rest area mudik menjadi langkah preventif untuk menekan angka kecelakaan akibat kelelahan, sekaligus menghadirkan nuansa spiritual di tengah perjalanan panjang para pemudik.













