BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bakuda Bangka Belitung
Nasional

3 Poin Pembatasan Penggunaan Medsos bagi Anak-anak 

×

3 Poin Pembatasan Penggunaan Medsos bagi Anak-anak 

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Pemerintah mulai memperketat aturan penggunaan media sosial bagi anak-anak sebagai langkah melindungi generasi muda dari dampak negatif dunia digital.

Kebijakan pembatasan ini mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang menilai pengawasan dari lingkungan terdekat menjadi faktor utama keberhasilannya.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa penerapan aturan tersebut tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, serta masyarakat. Menurutnya, tanpa pengawasan dan edukasi yang tepat, penggunaan media sosial oleh anak berpotensi menimbulkan berbagai risiko.

Dalam kesempatan silaturahmi bersama Forum Wartawan Pendidikan di Jakarta, Sabtu (7/3/2026) malam, Mu’ti menyampaikan ada tiga poin penting agar pembatasan media sosial bagi anak dapat berjalan efektif.

Pertama, peran orang tua di rumah menjadi kunci utama dalam mengawasi aktivitas digital anak. Orang tua diharapkan dapat memastikan penggunaan gawai tetap berada dalam batas yang aman dan sesuai usia.

Selain itu, peran guru di sekolah juga dinilai sangat penting. Guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga diharapkan mampu membimbing siswa dalam menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

“Yang sangat penting juga edukasi dari berbagai pihak agar pembatasan media sosial berjalan efektif,” kata Mu’ti dalam acara silaturahmi dengan Forum Wartawan Pendidikan di Jakarta, Sabtu, 7 Maret 2026 malam.

Mu’ti menilai edukasi publik menjadi langkah penting agar masyarakat memahami tujuan kebijakan tersebut. Meski ada pembatasan, ia menegaskan bahwa internet dan perangkat digital tetap memiliki banyak manfaat, terutama dalam mendukung proses belajar mengajar.

“Ini yang memang nanti harus diberikan pengawasan sedemikian rupa, sehingga tidak terjadi penyalahgunaan,” ucapnya, tegas.

Menurutnya, jika diimbangi dengan pengawasan dan literasi digital yang baik, teknologi dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif bagi siswa. Akses terhadap materi pelajaran dari berbagai sumber daring justru bisa memperkaya pengetahuan anak.

error: