BANGKA BARAT – Insiden banjir yang disertai ambruknya plafon di Puskesmas Jebus, Kabupaten Bangka Barat, menuai perhatian serius dari berbagai pihak.
Fasilitas kesehatan yang baru dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025 senilai Rp8,47 miliar itu kini dipertanyakan kualitas pengerjaannya setelah mengalami kerusakan sebelum masa tanggung jawab proyek berakhir.
Peristiwa yang terjadi pada Selasa, 21 April 2026 tersebut semakin menjadi sorotan karena proyek masih berada dalam masa pemeliharaan oleh pihak penyedia jasa, CV Duo Sekawan.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terkait mutu konstruksi sekaligus keamanan bagi masyarakat yang memanfaatkan layanan kesehatan di lokasi tersebut.
Kritik keras pun datang dari DPRD Bangka Barat. Wakil Ketua I DPRD Bangka Barat, H. Oktorazsari, menilai insiden tersebut tidak bisa dianggap sepele, terlebih menyangkut keselamatan publik.
Ia secara khusus menyoroti sikap Kepala Dinas Kesehatan Bangka Barat yang dinilai merespons kejadian tersebut dengan santai. Menurutnya, anggapan bahwa insiden tersebut bukan masalah besar justru menunjukkan kurangnya kepekaan terhadap potensi risiko.
“Kepala Dinas Kesehatan menganggap kejadian ini sebagai hal yang remeh dan aman aman saja,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut harus menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pembangunan. Dugaan penggunaan material yang tidak sesuai standar, seperti talang air, disebut menjadi salah satu faktor penyebab kerusakan.
“Ini adalah hal serius yang harus betul betul diperhatikan, karena menyangkut keselamatan pasien, pengunjung dan pegawai Puskesmas Jebus,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa beruntung insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, meskipun ada kemungkinan alat kesehatan turut terdampak air hujan.
“Bayangkan jika plafon yang jatuh itu menimpa pasien atau pengunjung. Risiko luka-luka bahkan lebih parah sangat mungkin terjadi,” imbuhnya.















