Menurutnya, tantangan organisasi keagamaan ke depan akan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan perubahan sosial di era digital. Karena itu, ia berharap kepengurusan yang baru mampu menghadirkan inovasi dalam metode dakwah yang lebih adaptif dan dekat dengan generasi muda.
“Dalam periode 2025–2030 ini, tantangan yang dihadapi tentu akan semakin kompleks, terutama di era digital saat ini. Oleh karena itu, saya berpesan agar kepengurusan yang baru dilantik dapat terus melakukan inovasi dakwah agar mampu merangkul generasi muda dengan cara yang relevan,” katanya.
Ia juga mendorong BKMT Bangka Barat untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat dalam mendukung program pembangunan yang berorientasi pada penguatan karakter keluarga dan nilai-nilai keagamaan.
“Selain itu, saya berharap pengurus dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam menyukseskan program pembangunan berbasis penguatan karakter keluarga, serta terus menjaga eksistensi BKMT sebagai organisasi yang mandiri, berwibawa, dan menjadi penyejuk bagi umat,” ucapnya.
















