HUT BABAR 2026 (4X6)..
IMG-20260526-WA0000
Bangka Barat

Atasi Antrean di SPBU, Markus Koordinasi dengan Pertamina dan Polisi

×

Atasi Antrean di SPBU, Markus Koordinasi dengan Pertamina dan Polisi

Sebarkan artikel ini
Antrean kendaraan di SPBU Mentok. Foto: Rizki Ramadhani.
Antrean kendaraan di SPBU Mentok. Foto: Rizki Ramadhani.

“Kurang tahu, pasokan biasa normal. Cuman hari kemarin lah yang ada pengurangan. Kami sempat ada pengurangan sedikit, hari ini normal lagi. Pengurangan cuma 8 kiloliter. Kalau normalnya biasa kami dikirim 24 kiloliter,” kata Karli, Rabu (8/7/2026).

Selain faktor pasokan, Karli menduga terjadi pergeseran pola konsumsi masyarakat, di mana sebagian pengguna Pertamax beralih membeli Pertalite.

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Kalau penjualan (Pertamax) kita lancar, normal. Memang kemarin ada peralihan konsumen ke Pertalite, tapi kalau kita hitung-hitung memang ada penurunan (pembelian Pertamax), tapi kita lihat rata-rata sih masih ada,” katanya.

Karli menambahkan, penambahan kuota pasokan memang dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi antrean. Namun menurutnya, peningkatan suplai belum tentu langsung mengatasi kepadatan apabila jumlah kendaraan yang datang terus meningkat.

“Kalau suplai ditambahkan cuma juga, karena antrean ini pastinya rame juga. Otomatis kita jam kerja bertambah, otomatis macet pun bertambah,” ujarnya.

Keluhan juga datang dari warga bernama Nura yang mengaku harus menghabiskan waktu hampir satu jam untuk mendapatkan Pertalite. Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas hariannya.

“Hampir satu jam, biasanya tidak seperti ini. Kebetulan lagi mau ke Pasar. Ini memakan waktu untuk aktivitas lainnya. Harapannya, ya diperbaiki lah sistemnya biar tidak terlalu panjang antre,” kata Nura.

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat berharap koordinasi bersama Pertamina, pengelola SPBU, kepolisian, dan pihak terkait dapat menghasilkan langkah konkret untuk mengurai antrean sekaligus memastikan distribusi Pertalite berjalan lebih tertib, tepat sasaran, dan tidak mengganggu mobilitas masyarakat.

error: