Sesaat setelah tiba di kapal, tim medis dari BKK Pangkalpinang langsung melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi korban untuk memastikan kesehatannya sebelum proses pemindahan ke kapal penyelamat dilakukan.
Evakuasi berlangsung aman dan lancar. Pada pukul 18.14 WIB, Syahrul berhasil dipindahkan ke kapal rescue dan dibawa menuju Dermaga Polairud. Tim SAR Gabungan kemudian tiba di dermaga pada pukul 18.51 WIB, di mana ambulans telah menunggu untuk membawa korban ke Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang guna memperoleh penanganan medis lanjutan.
Setelah memastikan korban telah diserahkan kepada pihak rumah sakit, seluruh unsur yang terlibat melaksanakan debriefing pada pukul 19.02 WIB. Operasi SAR medis selanjutnya diusulkan untuk ditutup dan seluruh personel beserta peralatan dikembalikan ke satuan masing-masing.
Keberhasilan evakuasi tersebut merupakan hasil sinergi berbagai unsur, yakni personel Rescue Kansar Pangkalpinang, Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, Balai Karantina Kesehatan Pangkalpinang, KSOP Pangkalbalam, serta agen kapal. Selain koordinasi yang solid, operasi juga didukung teknologi komunikasi satelit Starlink sehingga komunikasi selama proses penyelamatan di laut dapat berjalan lancar tanpa kendala.
















