IMG-20260814-WA0068
BALEHO DIRGAHAYU RI 2026 (4x6)
Nasional

Blastula IVF Siloam Sriwijaya Catat Kelahiran Bayi Tabung ke-600

×

Blastula IVF Siloam Sriwijaya Catat Kelahiran Bayi Tabung ke-600

Sebarkan artikel ini
Blastula IVF Siloam Sriwijaya catat kelahiran bayi tabung ke-600. Foto: Istimewa.
Blastula IVF Siloam Sriwijaya catat kelahiran bayi tabung ke-600. Foto: Istimewa.

Perjalanan menuju kelahiran bayi tabung ke-600 juga diwarnai berbagai kisah dari pasangan yang menjalani program di Blastula IVF. Salah satunya pasangan Fuhans dan Risnawati asal Palembang yang telah menantikan buah hati selama lima tahun pernikahan.

Setelah menjalani program bayi tabung di Blastula IVF, pasangan tersebut akhirnya dikaruniai bayi laki-laki pada 11 Agustus 2026. Kisah tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan ratusan keluarga yang berhasil mewujudkan harapan memiliki buah hati melalui program fertilitas.

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Hospital Director Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang, Benedikta Betty Bawaningtyas mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara klinisi, tim embriologi dan manajemen rumah sakit.

“Setiap tahun, rata-rata 100 bayi lahir dari program bayi tabung di Blastula IVF, dan setiap kelahiran adalah kisah perjuangan yang berbeda-beda. Kami percaya bahwa pelayanan ferilitas bukan hanya soal teknologi dan angka keberhasilan, tetapi juga soal mendampingi pasien secara utuh, baik secara medis maupun emosional, sejak konsultasi pertama hingga hari mereka menggendong buah hatinya. Di setiap dua garis yang muncul, ada keyakinan yang kami jaga bersama pasien kami,” ujarnya.

Selain mengandalkan tenaga medis dan tim embriologi, Blastula IVF juga terus mengembangkan teknologi dalam layanan fertilitas. Salah satu metode yang diterapkan adalah blastula transfer, yakni teknik transfer embrio pada tahap perkembangan hari kelima hingga keenam ketika embrio dinilai memiliki potensi implantasi terbaik.

Dokter Blastula IVF Siloam Sriwijaya, Aerul Chakra mengatakan perkembangan teknologi menjadi bagian penting dalam meningkatkan layanan kepada pasien.

“Begitu ada teknologi terbaru, kami langsung aplikasikan. Kami tidak ingin pasien kami tertinggal dari perkembangan dunia fertilitas global,” ujar Aerul.

Ia menambahkan, kelahiran bayi tabung ke-600 menjadi gambaran bahwa teknologi, pengalaman tim medis dan perjuangan pasangan dapat berjalan beriringan dalam program fertilitas.

error: