“Kami berharap melalui keberhasilan penindakan ini, upaya pengawasan dan pemberantasan penyelundupan timah dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.
Menurut Hidayat, penyelundupan timah memberikan dampak besar terhadap kepentingan negara. Sumber daya alam yang seharusnya dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat justru berpotensi keluar melalui jalur yang tidak sesuai dengan ketentuan.
“Kita menyadari bahwa kegiatan penyelundupan timah menimbulkan kerugian yang besar bagi negara. Di sisi lain, kekayaan sumber daya alam yang seharusnya memberikan manfaat bagi masyarakat justru keluar melalui jalur ilegal,” ujarnya.
Karena itu, ia menilai sinergi antarlembaga menjadi faktor penting dalam mempersempit ruang gerak penyelundupan timah di Bangka Belitung.
“Karena itu, sinergi seluruh unsur harus terus diperkuat agar praktik penyelundupan ini dapat dicegah dan ditindak secara bersama-sama,” ujarnya.
Atas keberhasilan pengungkapan tersebut, Hidayat juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI Angkatan Laut, khususnya Pangkoarmada RI beserta seluruh tim yang terlibat dalam operasi pengungkapan dan penggagalan penyelundupan pasir timah ilegal.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran TNI Angkatan Laut, khususnya Pangkoarmada RI beserta seluruh tim yang telah bekerja dalam mengungkap dan menggagalkan penyelundupan pasir timah ilegal ini,” ujarnya.
Hidayat secara khusus juga menyampaikan penghargaan kepada Laksamana Madya TNI Dr. Deni Hendrata, S.E., M.M., atas dukungan dan sinergi yang telah diberikan dalam upaya pemberantasan penyelundupan timah.
“Khusus kepada Bapak Laksamana Madya TNI Dr. Deni Hendrata, S.E., M.M., kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan sinergi yang telah diberikan. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam memimpin serta menjalankan tugas untuk kepentingan bangsa dan negara,” ujarnya.
















