Untuk memastikan kandungan dan jenis material, penyidik telah mengambil sampel barang bukti. Pengujian dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium dengan melibatkan tim ahli PT Timah.
Langkah tersebut penting karena hasil pemeriksaan laboratorium akan menjadi dasar untuk memastikan unsur logam yang terdapat dalam material serta memperkuat pembuktian dalam proses penyidikan.
Selain 4,9 ton material, polisi turut mengamankan satu unit truk K 9378 UP serta dua unit telepon genggam Android merek Oppo dan Vivo yang diduga berkaitan dengan aktivitas para tersangka.
Nilai Ekonomi LTJ Bisa Capai Ratusan Juta Rupiah
Material yang diduga mengandung Logam Tanah Jarang tersebut memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Berdasarkan informasi dalam penyelidikan, harga material berada di kisaran Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram di pasar luar atau internasional.
Dengan berat sekitar 4,9 ton, nilai ekonomis material tersebut secara kasar berada pada kisaran ratusan juta rupiah. Namun, nilai tersebut masih bersifat estimasi dan belum dapat dijadikan nilai final sebelum jenis serta kadar material dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium.
Polisi juga masih mendalami apakah pengiriman tersebut merupakan bagian dari jaringan distribusi yang lebih luas. Keterangan tiga tersangka menjadi salah satu bahan penyidik untuk menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
















