“Kepada keluarga kelima jurnalis dan awak kapal, kami mendoakan agar senantiasa diberikan ketabahan dan kekuatan mental yang luar biasa. Kami memohon agar keluarga tetap bersabar dan terus memanjatkan doa agar proses pencarian ini senantiasa diberikan kemudahan oleh Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.
Keselamatan Jurnalis Harus Menjadi Prioritas
Herik menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan jurnalistik, terutama ketika jurnalis ditugaskan ke wilayah yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Peristiwa hilang kontak di perairan Anak Gunung Krakatau menjadi pengingat bahwa kondisi alam, termasuk aktivitas vulkanik, memiliki dinamika yang dapat berada di luar kendali manusia.
“Keselamatan adalah prioritas mutlak. Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa keselamatan tidak boleh ditawar, baik oleh institusi media maupun jurnalis itu sendiri, saat berada di medan peliputan berisiko tinggi,” tegas Herik.
“Alam memiliki dinamikanya sendiri yang sering kali berada di luar kendali manusia, termasuk aktivitas vulkanik Anak Gunung Krakatau. Kami menegaskan kembali prinsip utama profesi ini: Tidak ada berita yang seharga dengan nyawa manusia,” lanjutnya.
IJTI Dorong Evaluasi SOP Peliputan Berisiko
IJTI juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) keselamatan dalam peliputan berisiko tinggi. Evaluasi diperlukan agar jurnalis memiliki persiapan yang memadai sebelum diterjunkan ke kawasan bencana, laut terbuka maupun medan ekstrem.
Herik menilai penguatan mitigasi risiko dan pembekalan kesadaran keselamatan atau safety awareness harus menjadi bagian penting dalam persiapan tugas jurnalistik.
“Insiden hilang kontak ini menjadi peringatan keras dan bahan evaluasi total bagi ekosistem pers Indonesia. Perlu ada pengetatan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan, manajemen mitigasi risiko, serta pembekalan kesadaran keselamatan (safety awareness) sebelum jurnalis diterjunkan ke zona bencana atau medan ekstrem,” ungkapnya.
Jurnalisme Tetap Berpihak pada Kebenaran dan Kemanusiaan
Herik menegaskan, IJTI tetap memegang prinsip bahwa jurnalisme harus berpihak pada kebenaran dan kepentingan kemanusiaan. Namun, prinsip tersebut tidak boleh dimaknai dengan mengabaikan keselamatan jurnalis.















