BANGKA BELITUNG – Polemik harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Bangka Belitung kembali mencuat. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bangka Belitung merespons keluhan petani dengan rencana memanggil sejumlah perusahaan pabrik kelapa sawit dalam waktu dekat.
Langkah ini diambil menyusul banyaknya laporan petani yang mengaku harga jual sawit mereka tidak sesuai dengan ketetapan pemerintah daerah. DPRD menilai perlu ada kejelasan dari pihak pabrik terkait mekanisme penentuan harga di lapangan.
Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, mengatakan pihaknya akan segera mengundang seluruh perwakilan pabrik sawit di wilayah tersebut.
“Nanti dalam waktu dekat, DPRD akan mengundang seluruh pabrik-pabrik sawit se-Bangka Belitung ini untuk menanyakan kepastian keluhan masyarakat ini,” ujar Didit Srigusjaya, Jumat (10/4/2026).
Ia mengungkapkan, keluhan yang masuk didominasi oleh turunnya harga beli TBS di tingkat pabrik, yang dinilai tidak sejalan dengan ketetapan pemerintah.
“Memang dalam hal ini Provinsi Bangka Belitung, sudah menetapkan Peraturan Gubernur tentang harga sawit. Akan tetapi fakta di lapangan, ada sebagian daripada pabrik sawit membelinya di luar harga TBS yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah,” tuturnya.
Diketahui, harga TBS kelapa sawit periode 1–15 April 2026 telah ditetapkan dengan harga tertinggi mencapai Rp3.783 per kilogram. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan adanya perbedaan harga yang diterima petani.
Didit pun berharap perusahaan pabrik sawit dapat berperan aktif dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya para petani.
“Dalam hal ini ya kita berharap bahwa tolonglah yang memiliki pabrik sawit, untuk dapat membantu masyarakat dengan membeli harga sawit yang layak,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sektor perkebunan sawit memiliki kontribusi besar terhadap perputaran ekonomi di Bangka Belitung, sehingga permasalahan harga harus segera diselesaikan.
“Memang sebaiknya tolong segeralah ditindaklanjuti keluhan masyarakat karena saat ini, petani sawit adalah penyumbang daripada pergerakan ekonomi di Bangka Belitung,” ucapnya.











