BANGKA BARAT – Aktivitas tambang timah ilegal di perairan Tembelok-Keranggan, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, terus menuai sorotan dari masyarakat.
Warga setempat secara gamblang meminta agar kegiatan penambangan tanpa izin tersebut segera dihentikan karena dinilai tidak memberikan manfaat sama sekali. Baik dari segi ekonomi maupun lingkungan.
Salah seorang warga setempat berinisial AD mengatakan, keberadaan tambang ilegal tersebut justru dianggap hanya menguntungkan segelintir pihak.
“Sudah seharusnya masyarakat ini bersuara karena tambang laut itu tidak ada kontribusi sama sekali. Jangankan kontribusi yang transparan, komunikasi atau sosialisasi dari pihak-pihak yang menggerakkan tambang,” ujar AD, Sabtu (11/4/2026).
Menurutnya, kondisi ini sangat berbeda dengan harapan mereka terhadap pengelolaan sumber daya alam yang seharusnya memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Kami hanya jadi penonton di daerah sendiri. Melihat penambang wara-wiri mengangkut peralatan maupun ransum,” katanya.
Masyarakat meminta aparat penegak hukum dapat segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan aktivitas tambang ilegal tersebut.
“Setelah ditertibkan pas 2 April lalu ya ada aktivitas lagi lah. Kami ada ketemu penambang di kendaraannya ada dua kampil pasir timah. Kami kira itu kerjanya malam, pagi baru jalan pulang,” katanya.















