IMG-20260926-WA0062
Bangka

Pekerja Tambang Dikabarkan Hilang Diduga Diterkam Buaya

×

Pekerja Tambang Dikabarkan Hilang Diduga Diterkam Buaya

Sebarkan artikel ini
Pencarian orang hilang. Foto: Istimewa.
Pencarian orang hilang. Foto: Istimewa.

BANGKA – Aktivitas menambang pasir timah di kawasan Kolong Desa Kusam, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, berujung petaka. Seorang pemuda bernama Sareanda (19) dilaporkan hilang setelah diterkam dan diseret seekor buaya ke dalam kolong, Sabtu (26/9/2026) petang.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIB ketika korban baru selesai melakukan aktivitas penambangan dan hendak mencuci pasir timah yang telah dikumpulkannya. Saat menuju ponton rajuk, korban tiba-tiba disambar buaya berukuran besar dan ditarik masuk ke dalam air.

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Detik-detik kejadian itu disaksikan oleh kakak kandung korban, Tarmizi, yang berada tidak jauh dari lokasi. Keluarga bersama warga sekitar kemudian berupaya mencari korban sebelum kejadian tersebut dilaporkan kepada tim SAR.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menerima laporan terkait kejadian yang membahayakan manusia tersebut pada pukul 18.55 WIB. Tim SAR kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian dan pertolongan terhadap korban.

“Benar, kami menerima laporan dari Bapak Wawan selaku keluarga korban bahwa Saudara Sareanda diterkam buaya saat beraktivitas di Kolong Desa Kusam. Merespons informasi tersebut, pada pukul 19.15 WIB kami langsung menerjunkan satu tim rescue dari Unit Siaga SAR (USS) Belinyu menuju lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan,” tegas Kepala Kantor SAR Pangkalpinang.

Operasi pencarian dilakukan dengan melibatkan personel SAR gabungan. Sebanyak lima rescuer dari USS Belinyu bersama dua anggota Polsek Belinyu turun ke lokasi dan mendapat dukungan dari keluarga serta masyarakat setempat.

Tim SAR gabungan kemudian melakukan penyisiran menggunakan rubberboat atau perahu karet. Kondisi malam hari menjadi salah satu kendala dalam pencarian karena jarak pandang di sekitar kolong sangat terbatas.

“Tim SAR gabungan telah berada di lokasi dan langsung melakukan penyisiran menggunakan rubberboat (perahu karet). Upaya pencarian malam ini memang menghadapi tantangan berat berupa visibility atau jarak pandang yang sangat terbatas akibat gelap. Namun, tim akan berupaya semaksimal mungkin, apalagi malam ini korban sempat terlihat di permukaan namun masih berada di mulut buaya,” jelasnya.

error: