IMG-20260926-WA0062
Bangka Barat

Pengelolaan Pelabuhan Tanjung Ular Diserahkan ke Pelindo

×

Pengelolaan Pelabuhan Tanjung Ular Diserahkan ke Pelindo

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Bupati Bangka Barat Markus mendorong PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) mengelola Pelabuhan Tanjung Ular, Mentok, agar infrastruktur Pengelolaan Pelabuhan Tanjung Ular Diserahkan ke Pelindotersebut lebih optimal dan mampu mendukung ekspor komoditas unggulan daerah.

Markus menilai pengalaman Pelindo menjadi modal untuk meningkatkan pengelolaan pelabuhan. Pemkab Bangka Barat juga telah meminta jajaran direksi Pelindo meninjau langsung kondisi fasilitas dan peluang pengembangannya.

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Kita berharap Pelindo bisa mengelola Pelabuhan Tanjung Ular. Mereka sudah profesional, sudah mapan dan berpengalaman dalam mengelola pelabuhan,” kata Markus, Jumat (30/10/2026).

Menurutnya, optimalisasi Tanjung Ular semakin penting setelah PT Timah menyampaikan rencana memanfaatkan pelabuhan tersebut untuk ekspor timah batangan ke pasar internasional, termasuk Eropa dan Amerika.

“Kita mendapat informasi dari direksi PT Timah bahwa mereka ingin melakukan ekspor melalui Tanjung Ular. Harapannya bisa menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk Eropa dan Amerika,” ujarnya.

Selain timah, Pemkab Bangka Barat ingin pelabuhan itu dapat digunakan untuk pengiriman komoditas lain, termasuk minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Kapasitas Dermaga Jadi Kendala

Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Budi Prasetio mengatakan pihaknya telah melakukan survei langsung untuk mengevaluasi kondisi Pelabuhan Tanjung Ular. Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari kondisi teknis dermaga hingga kelayakan operasional dan bisnis.

Budi menjelaskan, terdapat bagian dermaga dengan kedalaman sekitar 8 hingga 9 meter. Namun, dermaga sepanjang kurang lebih 80 meter dengan kedalaman sekitar 7 meter masih digunakan kapal pengangkut timah berukuran relatif kecil.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kapal kecil dinilai kurang efisien untuk pengiriman ekspor jarak jauh, terutama ke pasar seperti Amerika yang membutuhkan kapal berkapasitas lebih besar.

“Untuk pengiriman jarak jauh, seperti ke Amerika, tentu dibutuhkan kapal dengan ukuran dan kapasitas yang lebih besar. Karena itu, kondisi dermaga dan kesesuaiannya dengan kebutuhan operasional perlu kita evaluasi,” ujar Budi.

error: