Ia menambahkan, evaluasi tidak hanya mencakup kondisi fisik pelabuhan, tetapi juga legalitas dan perizinan, aspek teknis dan operasional, potensi bisnis, serta dampak terhadap lingkungan sekitar.
“Semua aspek kita survei langsung di lapangan, mulai dari legalitas, operasional, teknis, bisnis hingga lingkungan. Hasil evaluasi ini nantinya menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan langkah selanjutnya,” katanya.
Budi mengatakan hasil kajian menyeluruh akan menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan perbaikan Pelabuhan Tanjung Ular. Langkah yang dipertimbangkan dapat berupa rekonstruksi dermaga, penyesuaian pola operasional, maupun peningkatan fasilitas.
Dengan evaluasi tersebut, pengembangan pelabuhan diharapkan sesuai kebutuhan kapal dan kegiatan ekspor. Namun, keputusan mengenai bentuk pengembangan masih menunggu hasil kajian teknis, operasional, bisnis, perizinan, dan lingkungan.















