BANGKA BARAT – Momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi ruang bagi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bangka Barat untuk kembali menyuarakan pentingnya keterlibatan pemuda dalam pembangunan daerah.
KNPI menilai potensi besar generasi muda perlu diikuti dengan kebijakan pemerintah yang mampu membuka ruang partisipasi, pemberdayaan, hingga penguatan ekonomi.
Ketua KNPI Kabupaten Bangka Barat, Ramsi, mengatakan perhatian terhadap pemuda tidak cukup hanya diarahkan pada kegiatan olahraga. Menurutnya, pembangunan kepemudaan memiliki cakupan yang lebih luas, mulai dari peningkatan kapasitas, kreativitas, kewirausahaan hingga kemandirian ekonomi.
Ramsi menyebut jumlah pemuda di Bangka Barat memiliki potensi yang besar untuk menjadi kekuatan strategis dalam pembangunan daerah.
“Pemuda ini merupakan aset strategis bagi daerah. Jumlahnya cukup besar, sehingga harus benar-benar diberikan ruang untuk berperan aktif dalam pembangunan,” kata Ramsi, Rabu (28/10/2026).
Ia mendorong pemerintah daerah agar kebijakan penganggaran untuk sektor kepemudaan dilakukan secara lebih berkeadilan. Menurut Ramsi, program kepemudaan tidak seharusnya hanya identik dengan sektor olahraga, tetapi juga harus mencakup berbagai aspek pengembangan sumber daya manusia.
“Kami berharap pemerintah daerah bisa memberikan perhatian yang lebih serius melalui kebijakan anggaran yang adil dan terarah. Jangan sampai kepemudaan hanya dilihat dari sisi olahraga saja,” ujarnya.
Ramsi menegaskan KNPI Bangka Barat selama ini terus berupaya membangun hubungan kemitraan dengan pemerintah daerah. Dukungan dari pemerintah, termasuk penyediaan fasilitas sekretariat, dinilai menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas organisasi kepemudaan.
“KNPI Bangka Barat sampai saat ini menjadi bagian dari mitra strategis pemerintah daerah. Kami juga berterima kasih atas dukungan yang telah diberikan, termasuk fasilitas kantor yang ada di Kantor KPU,” katanya.
Menurutnya, sinergi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah perlu terus diperkuat agar berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan generasi muda dapat berjalan secara berkelanjutan.















