<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Ditabrak Minibus Oleng, Wanita Paruh Baya di Bangka Barat Tewas

×

Ditabrak Minibus Oleng, Wanita Paruh Baya di Bangka Barat Tewas

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) kembali terjadi di Wilayah Hukum (Wilkum) Kepolisian Resor (Polres) Bangka Barat (Babar). Dalam peristiwa kali ini, satu orang dikabarkan tewas beberapa saat setelah kejadian.

Korban tewas itu berinisial T (50) salah seorang wanita asal Desa Tempilang. Kapolres Babar, AKBP Pradana Aditya Nugraha melalui Kasi Humas, Iptu Yos Sudarso mengatakan, insiden tersebut terjadi di ruas Jl. Raya Panglima Angin, Tempilang, Kecamatan Tempilang.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Kecelakaan ini terjadi pada tanggal 18 Mei 2025 sekira pukul 15.50 Wib atau hari Minggu sore kemarin. Peristiwa ini melibatkan dua unit kendaraan yaitu Toyota Avanza warna hitam dan Yamaha Jupiter Z1 warna biru,” katanya.

Ia mengatakan, kecelakaan yang terjadi tepat di depan Pasar Sore Tempilang ini bermula saat Toyota Avanza melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Desa Sangku menuju Desa Air Lintang. Mobil ini dikemudikan seorang dengan inisial S (42), warga Desa Penyampak.

Diduga karena hilang kendali, Toyota Avanza tersebut oleng ke kanan lalu kembali ke kiri dan langsung menabrak Yamaha Jupiter yang datang dari arah berlawanan. Motor dengan Nomor Polisi BN 4262 DB itu dikendarai oleh M (52) berboncengan dengan T (50).

“Kalau hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi oleh kawan-kawan Unit Gakkum Satlantas Polres Babar seperti itu kronologinya. Pengendara motor dan yang dibonceng sama-sama warga Desa Tempilang,” ungkap Kasi Humas Polres Babar, Iptu Yos Sudarso.

Dia menyebut, tabrakan keras tersebut mengakibatkan sepeda motor dan dua penumpangnya terseret sejauh 15 meter ke semak-semak di sisi kiri jalan. Akibatnya, penumpang sepeda motor berinisial T mengalami luka berat pada bagian dada, pinggang, dan kepala.

“T meninggal dunia saat mendapatkan perawatan di Puskesmas Tempilang. Sementara yang mengendarai motor mengalami patah tulang kaki kiri dan dirujuk ke RSUD Pangkalpinang. Kalau pengemudi mobil, kondisi selamat dan tidak mengalami luka,” tambah dia.

Ia menerangkan, bahwa pihaknya telah menangani kasus ini sesuai dengan prosedur, profesional dan telah dibuat laporan polisi. Pihaknya telah amankan barang bukti, memintai keterangan saksi di lokasi, serta berkoordinasi dengan pihak Polsek Tempilang.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: