<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Markus Tekankan Kedisplinan dan Peningkatan Pelayanan Kesehatan di RSUD Sejiran Setason

×

Markus Tekankan Kedisplinan dan Peningkatan Pelayanan Kesehatan di RSUD Sejiran Setason

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Bupati Bangka Barat, Markus memimpin apel di halaman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sejiran Setason, Kecamatan Mentok, pada Senin (27/7/2025).

Turut hadir dalam apel perdana tersebut, Kepala BKPSDMD Bangka Barat, Kepala Dinas Kesehatan Bangka Barat, dan jajaran pegawai RSUD Sejiran Setason.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dalam arahannya, Markus mengingatkan kepada seluruh pegawai bahwa apel ini menjadi momen penting untuk memperkuat kembali semangat kerja aparatur sipil negara (ASN) dan non-ASN di lingkup RSUD Sejiran Setason.

“Apel ini selain untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan sembari bertatap muka dan menguatkan ikatan silaturahmi, salah satu tujuan pentingnya memupuk kedisiplinan ialah dan etos kerja untuk kita semua para ASN, PPPK dan PHL,” ujarnya.

Selain itu, Markus mengingatkan kepada para pegawai RSUD Sejiran Setason harus bekerja cepat dan tepat dalam melayani masyarakat.

Sekaligus ia meminta agar semua jajaran dapat mendukung visi misi kepala daerah Bangka Barat dalam peningkatan kinerja.

“Saya berharap kedisiplin pegawai dalam meningkatkan mematuhi kinerja, aturan, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan profesionalisme dan mendorong inovasi dalam dedikasi, memberikan pelayanan, menindaklanjuti keluhan pasien dan masyarakat,” ucapnya.

 

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: