BANGKA BARAT – Seorang lansia bernama Rusni warga kurang mampu yang tinggal di Desa Teluk Limau, Kecamatan Parittiga ini bisa tersenyum. Rumahnya yang sudah rusak, mendapat bantuan perbaikan dari warga desa yang dibantu anggota Karang Taruna Desa Teluk Limau.
Rumah yang menjadi tempat berlindung dan beristirahatnya memang sudah tidak layak huni, ada beberapa bagian bangunan yang sudah rusak, bagian belakang rumah nyaris roboh, bahkan atap rumahnya pun tidak bisa lagi melindungi dari curahan air hujan akibat bolong disana sini.
Melihat kondisi rumah dan keluarga janda itu, warga sekitar sepakat untuk kembali melakukan renovasi rumahnya. Dengan mengumpulkan dana secara swadaya, warga akhirnya merenovasi rumah milik Rusni pada Jumat (8/8/2025).
Menurut Amin, Tokoh pemuda Desa Teluk Limau yang juga anggota BPD menilai, rumah Rusni sudah mendesak untuk direhabilitasi. Ia bersama warga lainnya sengaja membantu pembangunan rumah karena kondisinya memprihatinkan.
“Warga bersama para pemuda berinisiatif untuk bergotong-royong memperbaiki rumah ibu karena kondisinya memang memprihatinkan. Ini semua merupakan bentuk kepedulian warga kepada sesama yang tengah mengalami kesulitan,” ujar Amin.
Sementara Rusni menceritakan jika dirinya sudah lama berkeinginan untuk memperbaiki rumahnya tersebut, namun kondisi ekonomi membuat dirinya tak sanggup untuk mewujudkan keinginannya itu.
“Tidak ada dana kami pak untuk perbaiki ini rumah. Apa yang saya dapat itulah makan saya hari itu, terpaksa karena itu satu-satunya tempat kami bernaung, meski kondisinya seperti itu, bocor disana sini, jadi bila musim hujan kami kehujanan karena atapnya bolong-bolong,” ucap Rusni
Rusni pun bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh karena telah membantu meringankan beban mereka.
“Saya senang sekali akhirnya rumah saya diperbaiki, Allah mengabulkan doa saya lewat orang-orang baik Insya Allah berkah untuk semua, diberi kemudahan, kesehatan, dan harta yang berkah,” tuturnya.
Berdasarkan pantauan, tampak warga Desa Teluk dan para pemuda bekerja memperbaiki rumah tersebut. Meski dengan peralatan seadanya, namun tak menyurutkan semangat mereka.















