<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Satgas PAUD Holistik Integratif Dibentuk di Bangka Barat, Fokus pada Tumbuh Kembang Anak

×

Satgas PAUD Holistik Integratif Dibentuk di Bangka Barat, Fokus pada Tumbuh Kembang Anak

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Pemerintah Pusat telah meluncurkan Program Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI). Program ini merupakan inisiatif strategis yang menitikberatkan pada kebutuhan menyeluruh anak usia dini.

Dilansir dari laman Kementerian Agama Republik Indonesia, PAUD HI merupakan langkah konkret yang disiapkan untuk menyongsong Generasi Indonesia Emas 2045.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Diketahui, program ini melibatkan berbagai elemen seperti pendidikan, kesehatan, gizi, dan perlindungan, dengan tujuan untuk memastikan tumbuh kembang anak yang optimal dan menyeluruh.

Oleh karena itu, satuan tugas Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif di Kabupaten Bangka Barat dirasa perlu dibentuk. Nantinya, satgas tersebut terdiri dari beberapa Organisasi Pemerintah Daerah (OPD).

“Holistik Integratif ini secara konsep bagaimana membedah kebutuhan satuan PAUD. Anak-anak ini butuh pendidikan, kesehatan, gizi. Kita memetakan OPD yang harus terlibat, karena di berbagai daerah itu kebutuhannya berbeda,” ujar Plt. Asisten Pemerintahan dan Desa Bangka Barat, Sidarta Gautama, Kamis (4/9/2025).

“Satgas ini terdiri dari beberapa OPD, yang masing-masing memiliki tugas dan fungsi yang saling mendukung. Holistik Integratif ini kan terkait koordinasi lintas sektor Bagaimana kita mengkoordinasikan sejumlah program OPD untuk mewujudkan satuan PAUD berkualitas,” sambungnya.

Sementara itu, Bunda PAUD Bangka Barat, Evi Astura mengatakan, tujuan PAUD HI adalah untuk mewujudkan anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia.

Sasaran PAUD HI meliputi masyarakat, terutama orang tua dan keluarga yang memiliki anak usia dini, kader-kader masyarakat, penyelenggara pelayanan dan tenaga pelayanan, pemerintah dan pemerintah daerah, serta organisasi profesi dan kemasyarakatan.

“Kami mengimbau kepada seluruh guru dan orang tua, untuk mendukung program PAUD HI ini. Menurutnya, semua memiliki tanggung jawab bersama dalam membentuk generasi masa depan yang kuat, sehat, dan berdaya saing,” ujarnya.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: