BANGKA BARAT – Bupati Bangka Barat Markus menegaskan komitmennya untuk memperkuat kinerja organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya di sektor lingkungan hidup. Penegasan itu disampaikan saat memberikan arahan kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang baru dilantik pada Rabu sore, 31 Desember 2025.
Menurut Markus, posisi Kepala DLH merupakan jabatan strategis yang tidak bisa dijalankan sekadar secara administratif. Ia menuntut adanya keberanian dalam bertindak, ketegasan dalam mengambil keputusan, serta pemahaman hukum yang kuat, mengingat banyaknya persoalan lingkungan yang bersinggungan langsung dengan aspek regulasi.
Ia menjelaskan, pejabat yang dipercaya memimpin DLH bukanlah sosok baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat. Hendra Jaya dinilai memiliki rekam jejak birokrasi yang cukup matang karena pernah menjabat sebagai kepala bidang di Dinas Pariwisata serta Kepala Bagian Hukum.
Pengalaman tersebut, lanjut Markus, menjadi modal penting untuk menghadapi kompleksitas persoalan lingkungan hidup di Bangka Barat. Terlebih, sejumlah program dan kegiatan DLH kerap beririsan langsung dengan aturan hukum dan berpotensi menimbulkan persoalan jika tidak dikelola secara cermat.
“Ini atensi. Kepala dinas yang terpilih ini sudah berpengalaman, pernah menjadi Kabid Pariwisata dan Kabag Hukum. Di DLH banyak kegiatan yang bersentuhan langsung dengan hukum,” ujar Markus usai pelantikan.
Ia juga menyoroti tanggung jawab besar DLH dalam mengelola kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Menumbing di Kecamatan Mentok. Kawasan tersebut selama ini menjadi perhatian publik, terutama setelah adanya pengungkapan aktivitas penambangan ilegal oleh tim gabungan beberapa waktu lalu.
“Tahura Bukit Menumbing berada di bawah DLH. Jadi tugasnya tidak gampang dan membutuhkan pemahaman hukum serta keberanian,” tegasnya.
Selain persoalan konservasi, Markus turut menyinggung masalah kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah yang selama ini dinilai belum tertangani secara optimal. Ia menegaskan kepala DLH harus mampu bekerja cepat dan tidak terjebak pada pola kerja normatif semata.















