Bangka Belitung

BMKG: Gelombang Tinggi Ancam Sejumlah Perairan Bangka Belitung

51
×

BMKG: Gelombang Tinggi Ancam Sejumlah Perairan Bangka Belitung

Sebarkan artikel ini
Banjir melanda kawasan Mentok. Foto: Istimewa.
Banjir melanda kawasan Mentok. Foto: Istimewa

BANGKA BELITUNG – Badan dan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi pada 19 Januari 2026 di sejumlah wilayah Indonesia.

Kondisi atmosfer yang tidak stabil diperkirakan memicu hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, disertai angin kencang di beberapa daerah.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Selain ancaman hujan lebat di wilayah daratan, BMKG juga menyoroti potensi gelombang tinggi di wilayah perairan, khususnya di kawasan Bangka Belitung. Masyarakat pesisir, nelayan, serta pelaku aktivitas pelayaran diminta meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi risiko kecelakaan laut.

BMKG menjelaskan, peringatan ini disusun berdasarkan analisis potensi akumulasi curah hujan harian tertinggi di tingkat provinsi. Kondisi tersebut berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, genangan air, hingga gangguan transportasi darat, laut, dan udara.

Memasuki Senin, 19 Januari 2026, potensi cuaca ekstrem masih berlanjut. Wilayah dengan kategori Waspada meliputi Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.

Khusus Bangka Belitung, BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang berpeluang terjadi di Perairan Bangka Barat bagian utara, Selat Gelasa, Perairan Bangka bagian utara, serta Perairan Bangka Tengah bagian timur.

Selain hujan lebat, angin kencang juga diprakirakan melanda beberapa wilayah, antara lain Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tenggara.

Adapun daerah dengan status Siaga antara lain Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, serta Maluku Utara. Meski tidak ada wilayah yang masuk kategori Awas, potensi angin kencang masih perlu diantisipasi di beberapa provinsi tersebut.

Kondisi ini dinilai berisiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu nelayan dan kapal tongkang.

error: