Nasional

Fakta Unik Gunung Bulusaraung, Lokasi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500

62
×

Fakta Unik Gunung Bulusaraung, Lokasi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500

Sebarkan artikel ini
Keindahan Gunung Bulusarung, Sulawesi Selatan. Foto: Istimewa
Keindahan Gunung Bulusarung, Sulawesi Selatan. Foto: Istimewa

NASIONAL – Gunung Bulusaraung menjadi sorotan nasional setelah dilaporkan sebagai lokasi ditemukannya serpihan pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026. Gunung yang berada di wilayah Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan ini dikenal memiliki medan ekstrem yang menyulitkan proses pencarian dan evakuasi.

Keberadaan serpihan pesawat di kawasan pegunungan karst tersebut langsung memicu operasi pencarian intensif oleh tim SAR gabungan. Kondisi geografis yang curam dan tertutup kabut tebal menjadikan Gunung Bulusaraung sebagai salah satu medan paling menantang dalam operasi penyelamatan udara di Sulawesi Selatan.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Gunung Bulusaraung merupakan gunung nonvulkanik dengan ketinggian sekitar 1.353 meter di atas permukaan laut. Secara geologis, gunung ini tersusun dari batuan kapur atau karst, yang membentuk tebing-tebing terjal serta jalur sempit dengan bebatuan tajam di hampir seluruh lerengnya.

Secara administratif, Gunung Bulusaraung berada di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kawasan konservasi yang dikenal sebagai salah satu bentang alam karst terbesar di Indonesia. Lanskapnya didominasi tebing kapur curam, gua-gua alami, dan vegetasi khas pegunungan karst.

Meski bukan gunung api dan tidak memiliki aktivitas vulkanik, karakter karst Gunung Bulusaraung menjadikan jalur pendakiannya cukup ekstrem. Gunung ini memiliki sekitar sepuluh pos pendakian, dan Pos 9 menjadi titik awal ditemukannya serpihan pesawat ATR 42-500 oleh tim pencari.

Pesawat ATR 42-500 tersebut diketahui tengah mengangkut pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebelum dinyatakan hilang kontak. Berdasarkan data koordinat, serpihan pesawat ditemukan di sekitar 04°55’48” Lintang Selatan dan 119°44’52” Bujur Timur, wilayah perbatasan Maros–Pangkep.

Hasil pemantauan udara tim SAR menyebutkan bahwa bagian utama badan pesawat berada di lereng selatan Gunung Bulusaraung. Selain itu, beberapa serpihan lain seperti bagian ekor dan jendela pesawat juga berhasil diidentifikasi di lokasi berbeda.

error: