BANGKA BARAT – Menjelang meningkatnya aktivitas masyarakat dan dinamika ekonomi nasional, Polres Bangka Barat memastikan kesiapan pengamanan pasokan listrik sebagai salah satu kebutuhan vital. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas pelayanan publik, kelancaran aktivitas ekonomi, serta kenyamanan warga, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha melakukan kunjungan kerja ke Kantor PLN Rayon Mentok.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya preventif kepolisian dalam mengantisipasi potensi gangguan pada infrastruktur kelistrikan di wilayah Bangka Barat.
Dalam kesempatan itu, Kapolres menegaskan bahwa listrik memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, di tengah tantangan ekonomi global dan meningkatnya kebutuhan energi, ketersediaan listrik yang aman dan stabil menjadi faktor penting dalam menjaga ketertiban dan kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai, gangguan pasokan listrik tidak hanya berdampak pada aspek teknis, tetapi juga dapat memengaruhi berbagai sektor, mulai dari pelayanan publik, kegiatan usaha, hingga stabilitas keamanan. Oleh karena itu, pengamanan terhadap infrastruktur kelistrikan harus menjadi perhatian bersama.
“Listrik adalah tulang punggung kehidupan masyarakat. Jika pasokan terganggu, dampaknya bisa meluas ke berbagai sektor, termasuk keamanan dan ketertiban,” ujar AKBP Pradana Aditya Nugraha.
Kapolres juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, khususnya antara Polri dan PLN, dalam menjaga objek vital nasional. Koordinasi yang solid dinilai sangat dibutuhkan, terlebih menjelang Idulfitri, saat konsumsi listrik meningkat dan aktivitas masyarakat semakin padat.
Sementara itu, pihak PLN ULP Mentok menyampaikan bahwa kondisi pasokan listrik di Bangka Barat saat ini dalam keadaan aman. Tersedia cadangan daya yang memadai, ditunjang dengan sistem kabel bawah laut berlapis sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gangguan.
Meski demikian, Kapolres mengingatkan bahwa kesiapan teknis harus sejalan dengan kesiapan pengamanan. Infrastruktur strategis seperti kabel laut dan pembangkit listrik dinilai perlu mendapatkan pengawasan ekstra untuk mencegah potensi gangguan, baik yang bersifat teknis maupun nonteknis.













