<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka

Pencarian Hari Ketiga Penambang Timah Pondi Belum Membuahkan Hasil

×

Pencarian Hari Ketiga Penambang Timah Pondi Belum Membuahkan Hasil

Sebarkan artikel ini
Pengecekan tambang timah Pondi. Foto: Istimewa.
Pengecekan tambang timah Pondi. Foto: Istimewa.

BANGKA – Memasuki hari ketiga, upaya pencarian terhadap satu penambang timah yang hilang akibat longsor di kawasan tambang timah Pondi, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, masih belum membuahkan hasil. Hingga Rabu (4/2/2026), tim SAR gabungan menyatakan korban belum ditemukan.

Pencarian hari ketiga dilakukan dengan metode yang sama seperti sebelumnya, yakni menggunakan tiga unit alat berat untuk membuka dan memindahkan material longsoran, disertai pemantauan ketat kondisi tanah di sekitar lokasi kejadian.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Komandan Tim (Dantim) Basarnas Pangkalpinang, Darma Putra, mengatakan bahwa meskipun upaya pencarian terus dimaksimalkan, tim di lapangan masih dihadapkan pada kendala utama berupa pergeseran struktur tanah.

“Pencarian hari ketiga masih nihil. Metode yang digunakan tetap sama dengan mengerahkan tiga unit alat berat. Kendala yang kami hadapi masih sama, yakni adanya pergeseran struktur tanah, terutama pada tumpukan tanah di bagian atas yang berpotensi longsor susulan,” ujar Darma Putra di lokasi pencarian.

Ia menegaskan, faktor keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan operasi SAR, mengingat kondisi tanah di area tambang masih sangat labil.

Peristiwa longsor tersebut terjadi pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, saat sejumlah penambang sedang beraktivitas di area tambang timah menggunakan alat berat. Secara tiba-tiba, tanah di lokasi runtuh dan menimbun para pekerja beserta peralatan yang digunakan.

Pasca-kejadian, rekan sesama penambang sempat melakukan evakuasi secara mandiri. Tiga penambang berhasil ditemukan namun dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu penambang lainnya hingga kini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

Sebelumnya, Kepala Basarnas Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, juga menyampaikan bahwa kondisi tanah yang terus bergerak menjadi tantangan serius dalam proses evakuasi korban terakhir.

“Di lapangan kami mengalami kendala akibat adanya pergeseran struktur tanah di sekitar lokasi kejadian. Karena itu, penggunaan alat berat tetap diperlukan untuk mempercepat pencarian, dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel,” ungkap Mikel.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kansar Pangkalpinang, Polres Bangka, BPBD Bangka, SAR Brimob, Laskar Sekaban, serta masyarakat setempat.

error: