BANGKA BARAT – Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, Kabupaten Bangka Barat, mengalami tekanan cukup tinggi menjelang arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Lonjakan jumlah penumpang terjadi di tengah berkurangnya armada kapal yang melayani rute menuju Pelabuhan Tanjung Api-api, Sumatera Selatan.
Sejumlah pemudik yang hendak menyeberang harus menunggu lebih lama karena beberapa kapal yang biasa beroperasi di jalur tersebut untuk sementara tidak melayani pelayaran.
Kondisi ini turut memengaruhi kelancaran arus penyeberangan pada salah satu jalur transportasi penting penghubung Pulau Bangka dan Sumatera.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Mentok, Zefli Agustian, mengungkapkan terdapat empat kapal yang saat ini tidak beroperasi, yakni Munik 7, Munik 11, Adisuwadarma III, dan Jembatan Musi I.
“Kalau yang tidak beroperasi ada Munik 7 dan Munik 11, kemudian Adisuwadarma III dan Jembatan Musi I. Yang jelas Munik 7 dan Munik 11 masih dalam perawatan,” ungkap Zefli pada Senin, 16 Maret 2026.
Ia menjelaskan, untuk dua kapal lainnya pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab kapal tersebut belum beroperasi.
“Kalau untuk Adisuwadarma III dan Jembatan Musi I kemungkinan ada kendala administrasi, tapi kita juga belum tahu pasti,” ujarnya.
Selain berkurangnya jumlah armada, aktivitas pelayaran juga sempat mengalami hambatan akibat kondisi pasang surut di Pelabuhan Tanjung Api-api. Faktor alam tersebut membuat kapal harus menunggu waktu yang tepat untuk bersandar.
Zefli mengatakan, pada Sabtu (14/3/2026) sejumlah kapal baru dapat merapat ke dermaga sekitar pukul 22.00 WIB karena menunggu kondisi air pasang.
“Contohnya kemarin di Tanjung Api-api ada kendala pasang surut, sehingga kapal baru bisa sandar sekitar pukul 22.00 WIB. Jadi kapal banyak yang tertahan karena menunggu kondisi pasang,” jelasnya.
Situasi tersebut berdampak pada terbatasnya kapal yang siap beroperasi di Pelabuhan Tanjung Kalian pada waktu tertentu.
“Akibatnya kemarin armada yang standby di sini hanya satu atau dua kapal saja yang berlabuh, sehingga terjadi keterlambatan,” imbuhnya.
















