BANGKA BARAT – Arus mudik melalui Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, Kabupaten Bangka Barat, diwarnai keluhan para penumpang akibat lamanya waktu tunggu untuk bisa naik ke kapal.
Sejumlah pemudik mengaku harus mengantre hingga belasan jam, jauh dari jadwal keberangkatan yang tercantum di situs resmi penyeberangan.
Kondisi ini memicu ketidaknyamanan di kalangan pemudik yang hendak menyeberang, terutama mereka yang telah memesan tiket secara online melalui website ferizy.com. Ketidaksesuaian antara jadwal dan realisasi di lapangan menjadi keluhan para pemudik.
Situasi ini tentu berdampak pada kenyamanan pemudik, terutama bagi keluarga yang membawa anak-anak. Minimnya kepastian waktu keberangkatan membuat sebagian dari mereka memilih bertahan di dalam kendaraan selama antrean.
Salah satu pemudik, Andi M (34), mengungkapkan kekecewaannya setelah harus menunggu lebih dari 12 jam untuk bisa masuk ke kapal. Padahal, ia telah memesan tiket sesuai jadwal keberangkatan yang tertera.
“Kami sudah beli tiket sesuai jam di Ferizy, tapi kenyataannya di pelabuhan harus antre lama sekali. Di website pas pembelian itu jam 10 pagi naik kapal Belanak. Ini sudah jam 10 itupun belum ada tanda-tanda naik kapal,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh pemudik lainnya yang merasa sistem penjadwalan belum berjalan optimal. Mereka berharap ada perbaikan manajemen arus kendaraan dan penumpang, terutama saat puncak arus mudik.
“Dapat tiket yang jadwalnya jam 3 sore (sesuai jadwal website (ferizy) . Kalau memang padat, seharusnya jadwal di website juga disesuaikan. Jangan sampai kami sudah datang sesuai waktu, tapi tetap harus menunggu lama,” kata seorang pemudik lainnya.
Sementara itu, berdasarkan laporan langsung yang diposting di akun media sosial Humas Polres Bangka Barat, pada Rabu (18/3/2026), terdapat 14 armada disiagakan untuk mengangkut pengguna jasa Pelabuhan Tanjung Api-api, Sumatera Selatan.















