Gong Xi Fa Chai
Bangka Barat

Keluhkan Tambang Tembelok-Keranggan, Nelayan Desak Aparat Bertindak

×

Keluhkan Tambang Tembelok-Keranggan, Nelayan Desak Aparat Bertindak

Sebarkan artikel ini
Aktivitas pertambangan timah ilegal di Perairan Tembelok-Keranggan. Foto: Ist.
Aktivitas pertambangan timah ilegal di Perairan Tembelok-Keranggan. Foto: Ist.

BANGKA BARAT – Aktivitas tambang ilegal di perairan Tembelok dan Keranggan, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, terus menjadi perhatian warga. Hingga Senin (20/4/2026), kegiatan penambangan tersebut dilaporkan masih berlangsung tanpa hambatan, meski telah menuai protes keras dari para nelayan setempat.

Situasi ini memicu keresahan di kalangan masyarakat pesisir. Nelayan menilai keberadaan tambang ilegal hanya menyisakan permasalahan.

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Sebelumnya, pada Rabu (15/4/2026), puluhan nelayan telah mendatangi Mako Satpolairud Polres Bangka Barat untuk melaporkan aktivitas tersebut. Mereka mendesak agar aparat segera menghentikan seluruh kegiatan tambang ilegal di kawasan perairan Tembelok dan Keranggan.

Namun, hingga kini, belum terlihat adanya tindakan tegas di lapangan. Aktivitas tambang disebut masih berjalan normal, ditandai dengan suara mesin yang terus terdengar dari pagi hingga malam hari.

Seorang warga berinisial DO mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyebutkan laporan bersama puluhan nelayan lainnya sudah disampaikan ke pihak kepolisian, namun belum ada langkah nyata yang dirasakan masyarakat.

“Kami sudah melaporkan keluhan ke polisi minggu kemarin tapi tambang tetap berjalan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi di lapangan justru tidak menunjukkan perubahan nyata yang dirasakan para nelayan.

Lebih lanjut, ia berharap keluhan para rekan profesi ini dapat ditindak lanjuti dengan nyata sehingga ruang gerak tidak terganggau.

“Semoga ditindak lanjuti, sehingga kami tidak terganggu dengan adanya aktivitas tambang itu. Kalau di Tembelok ada nama M sebagai orang yang koordinasi dan kalau SND di Keranggan. Ada juga IB yang ada belakang,” katanya.

Kekecewaan serupa juga disampaikan warga Keranggan lainnya berinisial AD. Ia menilai aktivitas tambang laut tersebut berlangsung tanpa kontribusi maupun komunikasi yang jelas kepada masyarakat sekitar.

“Sudah seharusnya masyarakat ini bersuara karena tambang laut itu tidak ada kontribusi sama sekali. Jangankan kontribusi yang transparan, komunikasi atau sosialisasi dari pihak-pihak yang menggerakkan tambang,” ungkap AD saat dikonfirmasi pada Sabtu (11/4/2026).

error: