BANGKA BARAT – Langkah Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kebijakan tersebut dinilai sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam memastikan program strategis nasional, khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG), berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran.
Ketua DPC Partai Gerindra Bangka Barat, Oktorazsari, menilai keputusan Presiden Prabowo merupakan langkah yang tepat untuk memperkuat tata kelola program yang menjadi salah satu fondasi menuju visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, evaluasi terhadap jajaran pimpinan merupakan bagian penting untuk menjaga kualitas pelaksanaan program di lapangan.
Oktorazsari mengatakan, langkah tersebut berguna memastikan program BGN berjalan sukses sesuai dengan rencana cita-cita Indonesia Emas 2045.
Sebagai program prioritas nasional, kata dia, Presiden Prabowo ingin memastikan pelaksanaan MBG benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat serta terbebas dari praktik pengelolaan yang tidak sesuai aturan.
Ia menilai kebijakan tersebut juga menunjukkan komitmen Presiden dalam menindak pihak-pihak yang dinilai tidak mampu menjalankan program pemerintah secara optimal.
“Komitmen Presiden ini sekaligus menjadi warning bagi pengelola SPPG diseluruh daerah agar lebih serius dalam pengelolaan,” katanya, Jumat (5/6/2026).
Oktorazsari juga mengingatkan pemerintah daerah, termasuk Pemkab Bangka Barat, untuk meningkatkan pengawasan terhadap pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tetap memenuhi prinsip kebersihan, kualitas, dan ketepatan sasaran.
Menurutnya, standar pengelolaan SPPG harus menjadi perhatian utama seluruh pihak terkait sebagai dasar dalam melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kelayakan operasional setiap unit pelayanan.
Ia menekankan bahwa pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), tingkat kebersihan lingkungan, serta kualitas bahan pangan yang digunakan merupakan aspek penting yang wajib diperhatikan secara serius.
















