Gong Xi Fa Chai
Bangka Barat

BPS: Inflasi Bangka Barat April 2026 Tertinggi di Babel

×

BPS: Inflasi Bangka Barat April 2026 Tertinggi di Babel

Sebarkan artikel ini
Rapat BPS Bangka Barat. Foto: Istimewa.
Rapat BPS Bangka Barat. Foto: Istimewa.

BANGKA BARAT – Tekanan harga di Kabupaten Bangka Barat tercatat masih relatif tinggi dibandingkan wilayah lain di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Data terbaru menunjukkan daerah ini mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) paling tinggi pada April 2026, meski secara umum terjadi perlambatan dibandingkan bulan sebelumnya.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangka Barat, laju inflasi y-on-y mencapai 2,29 persen. Angka tersebut melampaui capaian sejumlah daerah lain di Bangka Belitung, sementara inflasi terendah tercatat di Kota Pangkalpinang sebesar 1,41 persen.

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dari total empat kabupaten/kota yang mengalami inflasi di wilayah ini, hanya Bangka Barat dan Belitung Timur yang masih berada dalam kisaran target inflasi nasional, yakni 2,5 persen ±1 persen.

Secara bulanan (month-to-month/m-to-m), inflasi Bangka Barat juga menunjukkan tren melandai pada April 2026. Penurunan ini terjadi seiring berakhirnya lonjakan konsumsi masyarakat pada momentum Hari Raya Idul Fitri, yang sebelumnya sempat mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas.

Selain itu, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dan komoditas plastik dilaporkan belum memberikan dampak signifikan terhadap inflasi bulanan di daerah tersebut.

Dalam catatan BPS, Bangka Barat menempati posisi kedua tertinggi untuk inflasi m-to-m di Bangka Belitung, yakni sebesar 0,45 persen, berada di bawah Tanjungpandan yang mencapai 0,78 persen.

Kepala BPS Kabupaten Bangka Barat, M. Hendy Saputra, mengungkapkan terdapat tujuh kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi sepanjang April 2026.

“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan andil inflasi sebesar 0,23 persen,” ujar Hendy saat konferensi pers bulanan pada Senin, 4 Mei 2026.

Ia juga menegaskan bahwa pada periode tersebut tidak ada kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, menandakan tekanan harga masih merata di berbagai sektor konsumsi masyarakat.

Sementara itu, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga mencatat kenaikan paling tinggi dalam tiga tahun terakhir, dengan inflasi sebesar 0,45 persen dan kontribusi sebesar 0,03 persen.

error: