BANGKA BARAT – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Sejiran Setason (TSS) memastikan ketersediaan air bersih untuk 6.075 pelanggan di Kabupaten Bangka Barat masih dalam kondisi aman meski sejumlah wilayah mulai memasuki musim kemarau.
Hingga pertengahan Mei 2026, debit air dari sejumlah sumber air baku utama masih stabil. Kondisi ini membuat Perumdam yakin distribusi air bersih ke masyarakat tetap berjalan normal, terutama di empat kecamatan prioritas, yakni Mentok, Parittiga, Jebus, dan Tempilang.
Direktur Utama Perumdam Tirta Sejiran Setason, Harpandi, mengatakan musim kemarau tahun ini belum berdampak signifikan terhadap cadangan air baku yang dikelola perusahaan.
Menurutnya, Perumdam TSS saat ini mengandalkan sembilan sumber air baku yang tersebar di beberapa wilayah, yakni Menumbing, Argo Tirto, Menjelang I, Menjelang II, Berang Jebus, Kolong Andri, dan Kolong Tempilang.
“Sampai saat ini karena musim kemarau tidak terlalu ekstrem katakanlah seperti itu. Untuk di Perumdam, jadi untuk stok air baku masih mencukupi kebutuhan dari 6.075 pelanggan,” kata Harpandi, Sabtu (16/5/2026).
Ia menambahkan, tim teknis di lapangan terus melakukan pemantauan dan perawatan jaringan perpipaan agar distribusi air bersih kepada pelanggan tetap lancar.
“Kawan-kawan tim di lapangan juga sangat proaktif untuk masalah pipanisasi,” katanya.
Harpandi juga mengungkapkan kendala yang paling sering terjadi hingga saat ini adalah kebocoran pipa, terutama akibat aktivitas penggalian oleh warga yang tidak mengetahui adanya jaringan pipa Perumdam.
“Kendala sampai sekarang kadang ada kebocoran pipa, di lapangan itu kadang ada masyarakat yang menggali dan tidak tahu ada pipa Perumdam. Tapi kebocoran itu biasanya mereka cepat melapor dan tim kita langsung cepat menindaklanjuti laporan tersebut,” ungkapnya.















