BANGKA BARAT – Persaingan menuju Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026 di Kabupaten Bangka Barat mulai mengerucut. Dari lima desa yang akan melaksanakan Pilkades, tiga desa memiliki jumlah bakal calon kepala desa (bacalon) lebih dari batas maksimal lima kandidat sehingga berpotensi menjalani tahapan seleksi tambahan.
Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Bangka Barat mencatat sebanyak 35 orang telah mengembalikan formulir pendaftaran dari 44 orang yang sebelumnya mengambil berkas. Pendaftaran resmi ditutup pada Rabu (19/8/2026) pukul 16.00 WIB setelah dibuka selama dua pekan sejak 6 Agustus 2026.
Kepala Dinsos PMD Bangka Barat, Achmad Nursyandi, mengatakan setelah pendaftaran ditutup, Panitia Pemilihan Tingkat Desa (PPTDes) langsung melakukan verifikasi administrasi terhadap dokumen yang diserahkan para bacalon.
“Pendaftaran sudah resmi kami tutup setelah dibuka kurang lebih selama dua pekan. Saat ini, PPTDes sedang fokus melakukan verifikasi berkas untuk memastikan seluruh dokumen bacalon lengkap atau tidak. Setelah verifikasi, panitia akan langsung memberikan pemberitahuan resmi kepada para bacalon,” ujar Achmad Nursyandi, Senin (24/8/2026).
Ia menjelaskan, jumlah bacalon yang mengembalikan formulir belum otomatis menjadi jumlah kandidat yang dapat mengikuti seluruh tahapan Pilkades. Setiap berkas masih harus melalui proses pemeriksaan untuk memastikan seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.
Jika setelah verifikasi terdapat lebih dari lima bacalon yang dinyatakan memenuhi persyaratan dalam satu desa, maka akan diberlakukan mekanisme seleksi tambahan.
“Sesuai aturan, kalau seandainya di satu desa terdapat lebih dari lima calon yang memenuhi persyaratan, maka wajib dilakukan seleksi tambahan. Kami menjadwalkan fokus pada seleksi tambahan ini pada tanggal 21 hingga 22 September nanti,” lanjutnya.
Tiga Desa Berpotensi Ikuti Seleksi Tambahan
Berdasarkan rekapitulasi pendaftaran, tiga desa mencatat jumlah bacalon yang telah mengembalikan formulir di atas batas maksimal lima orang.
















