IMG-20260814-WA0068
BALEHO DIRGAHAYU RI 2026 (4x6)
Bangka Barat

Parittiga Bentuk Relawan Api Antisipasi Karhutla dan Kekeringan

×

Parittiga Bentuk Relawan Api Antisipasi Karhutla dan Kekeringan

Sebarkan artikel ini
Kodim Babar bantu padamkan kebakaran lahan di Mentok. Foto: Pendim.
Kodim Babar bantu padamkan kebakaran lahan di Mentok. Foto: Pendim.

BANGKA BARAT — Pemerintah Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang masih membayangi wilayah tersebut selama musim kemarau.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah membentuk Relawan Api di 10 desa. Relawan tersebut disiapkan untuk membantu mempercepat penyampaian informasi apabila ditemukan titik api, sekaligus mendukung koordinasi penanganan awal di tingkat desa.

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang melibatkan Forkopimcam, para kepala desa dan tokoh masyarakat di Kecamatan Parittiga, Selasa (1/9/2026).

Camat Parittiga Adhian Zulhajjany mengatakan pembentukan Relawan Api menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem deteksi dini terhadap potensi karhutla di wilayahnya.

“Relawan Api ini nantinya memberikan informasi secara cepat apabila menemukan titik api di wilayah desa masing-masing,” kata Adhian, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, keberadaan relawan tidak hanya bertugas melaporkan keberadaan titik api. Mereka juga diharapkan mampu memberikan informasi pendukung yang dibutuhkan petugas saat melakukan penanganan di lapangan.

Mulai dari akses jalan menuju lokasi kebakaran hingga keberadaan sumber air terdekat menjadi informasi penting yang harus diketahui. Dengan demikian, petugas dapat menentukan langkah penanganan secara lebih cepat dan efektif.

Respons cepat dinilai menjadi faktor penting dalam pengendalian karhutla, terutama saat kondisi cuaca kering yang dapat membuat api lebih mudah meluas. Penanganan sejak awal diharapkan mampu mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar.

Selain menyiapkan sumber daya manusia di tingkat desa, Kecamatan Parittiga juga memastikan kesiapan armada untuk menghadapi kemungkinan terjadinya karhutla maupun krisis air bersih.

Adhian menyebutkan, saat ini terdapat satu unit mobil pemadam kebakaran dari Batalyon serta satu unit mobil tangki air dari BRS yang dapat dioperasikan untuk membantu masyarakat.

error: