BANGKA BARAT – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat terus memperkuat digitalisasi transaksi keuangan daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi, efisiensi, sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Komitmen tersebut kembali ditegaskan Bupati Bangka Barat Markus saat menghadiri High Level Meeting (HLM) ke-1 Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Bangka Barat Tahun 2026 bersama perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Bangka Belitung.
Forum ini menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat penerapan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).
Markus mengatakan, digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi daerah tidak sekadar berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kegiatan hari ini adalah wujud nyata komitmen Pemkab Bangka Barat untuk mempercepat Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Transformasi digital dalam pembayaran pajak daerah dan retribusi daerah tidak hanya mendukung transparansi dan efisiensi, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan PAD dan kualitas pelayanan publik,” kata Markus, Kamis (3/9/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang selama ini memberikan pendampingan kepada Pemkab Bangka Barat, khususnya dalam pengisian survei Indeks ETPD serta optimalisasi digitalisasi transaksi keuangan daerah.
Markus berharap kerja sama tersebut dapat terus diperkuat sehingga peningkatan indeks ETPD dan transaksi non tunai di tengah masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan.
Berdasarkan capaian yang disampaikan dalam HLM tersebut, Indeks ETPD Kabupaten Bangka Barat meningkat dari 94,8 persen pada 2024 menjadi 99 persen pada 2025 pada tahap digital. Capaian itu juga menempatkan Bangka Barat sebagai pemerintah daerah dengan skor IETPD tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Tidak hanya dari sisi indeks, posisi Bangka Barat dalam Championship TP2DD Bank Indonesia juga mengalami peningkatan signifikan. Pada 2023, Bangka Barat berada di peringkat 94, kemudian naik ke posisi 77 pada 2024. Setahun berikutnya, peringkat tersebut melonjak cukup tajam menjadi posisi 18 pada 2025.
















