BANGKA BARAT – Penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sekar Biru 2 di Kabupaten Bangka Barat menuai sorotan. Tokoh masyarakat Bangka Belitung, Datuk Ramli Sutanegara, mempertanyakan dasar keputusan suspend yang berdampak langsung terhadap keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ramli menilai penghentian pelayanan selama 10 hari perlu dievaluasi karena berpotensi mengganggu distribusi makanan bergizi bagi penerima manfaat.
Ia juga mempertanyakan proses pengambilan keputusan tersebut lantaran menurut hasil pengecekan di lapangan, dugaan pelanggaran prosedur penyediaan menu makanan di SPPG Sekar Biru 2 belum terbukti.
Menurut Ramli, persoalan tersebut semestinya terlebih dahulu diklarifikasi kepada pihak pengelola dapur sebelum sanksi penghentian operasional diberlakukan.
“Penyetopan itu dilakukan oleh oknum internal di sana. Seharusnya hal-hal demikian tidak terjadi. Kalau ada kekurangan internal, apalagi tidak ada bukti korban pingsan atau makanan kotor, itu harus dibuktikan dulu, jangan tiba-tiba disetop,” ujar Ramli, Kamis (3/9/2026).
Ia mengatakan, dampak suspend tidak hanya dirasakan oleh pengelola SPPG, tetapi juga para pekerja dapur dan masyarakat yang menjadi penerima manfaat program MBG. Kelompok penerima manfaat tersebut di antaranya pelajar serta ibu hamil di wilayah Bangka Barat.
Ramli meminta persoalan internal tidak sampai menghambat program pemerintah yang memiliki sasaran luas. Menurutnya, evaluasi dan pembenahan tetap dapat dilakukan tanpa menghentikan pelayanan dalam waktu yang terlalu panjang.
Sebagai jalan keluar, Ramli mendorong manajemen pusat agar mempertimbangkan pengurangan masa suspend SPPG Sekar Biru 2 dari 10 hari menjadi paling lama satu hingga dua hari. Setelah itu, pelayanan MBG dapat kembali berjalan sembari proses evaluasi dan perbaikan internal tetap dilakukan.
“Jangan karena urusan internal kita saling menjatuhkan yang akhirnya merugikan program Presiden. Sambil berjalan, sambil diperbaiki. Masalah ini harus diselesaikan secara bijaksana dan segera,” tuturnya.
















