BANGKA BARAT – Misteri hilangnya Kamaludin (60), warga Desa Tugang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, akhirnya menemui titik terang. Tengkorak manusia yang ditemukan di kawasan bakau Desa Tumbak Petar, Kecamatan Jebus, dipastikan merupakan Kamaludin setelah hasil pemeriksaan DNA menunjukkan kecocokan dengan sampel keluarga.
Kamaludin sebelumnya dinyatakan hilang sejak 3 Juni 2026. Pria tersebut diketahui berpamitan kepada istrinya untuk pergi ke kebun sawit di kawasan Pangkal Butun, Jalan Air Giling, yang berada tidak jauh dari aliran Sungai Butun. Sejak saat itu, keberadaannya tidak diketahui hingga ditemukan tengkorak manusia lebih dari dua bulan kemudian.
Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat IPTU Yos Sudarso mengatakan, pencarian dilakukan sejak laporan orang hilang diterima oleh kepolisian.
“Polsek Kelapa melakukan pemeriksaan terhadap keluarga dan saksi-saksi serta pencarian di sekitar kebun hingga Sungai Butun. Saat itu korban belum ditemukan,” kata Yos, Kamis (24/9/2026).
Upaya pencarian tidak hanya dilakukan oleh kepolisian. Pihak keluarga bersama warga, Basarnas dan personel Polsek Kelapa turut menyisir kawasan kebun hingga Sungai Butun untuk mencari keberadaan Kamaludin.
Sungai Butun menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian dalam proses pencarian. Pasalnya, kawasan tersebut diketahui memiliki potensi keberadaan buaya sehingga aktivitas pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan keselamatan di lapangan.
“Petunjuk penting mengenai keberadaan Kamaludin muncul pada 6 Agustus 2026. Polisi menerima informasi terkait penemuan tengkorak manusia di kawasan bakau Desa Tumbak Petar, Kecamatan Jebus,” katanya.
Lokasi penemuan tersebut memiliki keterkaitan geografis dengan lokasi awal Kamaludin dilaporkan hilang karena masih berada dalam satu aliran Sungai Butun.














