IMG-20260926-WA0062
Bangka Barat

DPRD Babar Minta Ada Evaluasi Perumdam TSS dan Solusi Atasi Krisis Air Bersih

×

DPRD Babar Minta Ada Evaluasi Perumdam TSS dan Solusi Atasi Krisis Air Bersih

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Persoalan ketersediaan air bersih kembali menjadi perhatian di Kabupaten Bangka Barat. Sejumlah pelanggan Perumdam Tirta Sejiran Setason disebut mengalami kesulitan memperoleh pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi kemarau dan keterbatasan sumber air baku.

Kondisi tersebut mendapat sorotan dari DPRD Bangka Barat. Wakil Ketua II DPRD Bangka Barat, Samsir, meminta Pemerintah Kabupaten Bangka Barat segera mengevaluasi kinerja Perumdam Tirta Sejiran Setason sekaligus menyiapkan langkah konkret untuk menghadapi persoalan air bersih yang berpotensi berlangsung selama musim kemarau.

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Samsir mengaku prihatin dengan kondisi masyarakat yang saat ini kesulitan mendapatkan air bersih. Informasi mengenai persoalan tersebut, kata dia, diterimanya secara langsung dari masyarakat maupun melalui media sosial.

“Sekarang ini kesusahan air bersih. Pemda perlu melakukan evaluasi. Kalau tahun sebelumnya kita masih bisa antisipasi air bersih, ini jadi pembelajaran,” katanya, Senin (26/10/2026).

Menurut Samsir, Perumdam Tirta Sejiran Setason seharusnya memiliki perencanaan yang lebih matang dalam menghadapi musim kemarau panjang. Perkiraan kebutuhan air bersih selama tiga hingga empat bulan perlu dilakukan agar ketersediaan air bagi pelanggan tetap dapat terjaga.

Ia juga menilai pengaturan distribusi menjadi hal penting ketika debit sumber air mulai menurun. Pasokan air, menurutnya, tidak harus diberikan kepada seluruh pelanggan secara bersamaan apabila kondisi sumber air tidak memungkinkan.

Dengan sistem distribusi yang diatur secara proporsional, ketersediaan air diharapkan dapat dibagi secara lebih merata kepada masyarakat yang menjadi pelanggan Perumdam Tirta Sejiran Setason.

Selain persoalan distribusi, Samsir meminta Perumdam menyiapkan alternatif sumber air baku. Langkah tersebut diperlukan sebagai antisipasi apabila sejumlah kolong yang selama ini menjadi sumber air mengalami kekeringan.

Menurut dia, penanganan krisis air bersih di Bangka Barat tidak dapat hanya dibebankan kepada Perumdam. Pemerintah Kabupaten Bangka Barat juga perlu turun tangan dengan menyiapkan infrastruktur dan sumber air alternatif di wilayah yang terdampak kekeringan.

error: