<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Tim Gabungan Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran KMP Mutis

×

Tim Gabungan Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran KMP Mutis

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT, SOROTAN BANGKA.COM Tim gabungan melakukan simulasi tanggap darurat kecelekaan laut di Bangka Barat (Babar), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kamis (30/5/2024). Kegiatan tersebut untuk persiapan menghadapi cuaca ekstrem dan memastikan kesiapan siagakan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan diatas kapal.

Simulasi tanggap darurat kecelakaan laut digelar di sebuah kapal penyeberangan KMP Mutis yang terbakar di Perairan Tanjung Kalian, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Operasi penyelamatan dan pemadaman dilakukan oleh petugas gabungan dari Basarnas, Kepolisian, BPBD, dan Balai Kekarantian Kesehatan serta instansi lainnya untuk mengevakuasi para penumpang kapal.

Manager Usaha PT. ASDP Pelabuhan Tanjung Kalian Mentok, Sahrul mengatakan simulasi tersebut rutin dilakukan setiap tahun untuk memastikan semua pihak siap saat terjadi kecelakaan kapal.

“Hari ini latihan kebakaran di atas kapal dan adanya korban luka-luka. Jadi sasaran kita ada 2, yang pertama misi pemadam kebakaran, kemudian misi penyelamatan korban diatas kapal,” katanya.

Sahrul mengatakan, kedepan tidak menutup kemungkinan akan digelar simulasi terjadinya perompakan dan hal-hal yang membahayakan kru serta penumpang kapal.

“Ini rutin (dilakukan) untuk memastikan, yang ada diatas kapal dan di darat siap. Setiap tahun, menurut kondisi dan situasi masing-masing daerah, mungkin tahun depan orientasi beda, tergantung dinamika,” ucapnya.

 

 

 

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: