<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratLokal

Putaran Ketiga Road Race BTC Digelar di Mentok Pekan Depan, Tiket Masuk Gratis

×

Putaran Ketiga Road Race BTC Digelar di Mentok Pekan Depan, Tiket Masuk Gratis

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT, SOROTANBANGKA.COM – Ajang balapan motor bertajuk Babel Turbo Championship (BTC) Series 2024 putaran ketiga tidak lama lagi akan segera digelar di Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat.

Dijadwalkan putaran ketiga itu berlangsung selama 2 hari pada 16-17 November 2024. Untuk arena balapan berlangsung di Tugu Sorkarno-Hatta, Jl Jenderal Soedirman Mentok.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Yang pertama sudah kita laksanakan di Kota Pangkalpinang. Putaran kedua di Sungailiat dan putaran ketiga atau grand final di Mentok. Kenapa kami pilih Mentok, karena sudah hampir 7 tahun tidak ada event road race, terakhir juga di sirkuit pemda,” kata Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Babel, Adhy Sarphio.

“Cuma kemarin sudah kami survei juga lokasi, kelayakan aspal sudah jauh dan sudah tidak layak lagi. Kedua jauh dari keramaian, sebenernya kalau untuk tingkat keramaian memang harus jauh, tapi karena tujuan kita itu untuk membangkitkan event ini,” katanya.

Ia menuturkan, untuk kelas yang dibuka dalam acara balapan motor ini ada 15. Terdiri dari 6 kelas utama, 3 kelas open, MP1, MP2 dan bebek standar open. 3 kelas bebek standar lokal, 4 tak 150 standar pabrik dan matic 150 cc lokal. Jadi, ada kelas open dan kelas lokal.

“Karena event open kita sangat harap pebalap luar hadir di Babel. Karena dari luar Babel jauh lebih tinggi jam terbang dan prestasinya dari pebalap lokal. Kalau pebalap lokal harus balap di luar biayanya jauh lebih besar, makanya kita bikin event lokal di sini,” jelasnya.

“Sehingga pebalap lokal bisa bersaing, kalaupun tidak mereka bisa belajar bertanding dengan orang-orang yang jago. Jadi atlet kita lokal Babel bisa naik skillnya, bertambah. Harapan saya, pebalap kita bisa memanfaatkan sebaik-baiknya event ini,” ungkap dia.

Selain itu, tak ada bayaran apapun yang dipungut dari penonton dalam acara putaran ketiga kali ini.

“Dan panitia kami pun menyiapkan 20 tenda untuk pelaku UMKM yang berjual makanan. Namun harus menggunakan Bright Gas 5,5 kilogram. Karena kita ini dibantu atau disupport oleh Pertamina untuk rangkaian 3 putaran,” ujarnya.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: