MEDSOS RHAMADAN 2025
Kartu Ucapan Marhaban Ya Ramadan Modern Biru Tosca Putih Tulang dan Kuning_20250228_194855_0000
Bangka BaratLokal

Warga Mentok Keluhkan Ratusan Unit PIP yang Terparkir di Perairan Batu Rakit Hingga Kawasan Rutilahu

301
×

Warga Mentok Keluhkan Ratusan Unit PIP yang Terparkir di Perairan Batu Rakit Hingga Kawasan Rutilahu

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT, SOROTANBANGKA.COM – Puluhan unit ponton yang bekerja menambang pasir timah sudah beberapa hari terakhir lego jangkar di pesisir Pantai Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), Kelurahan Tanjung Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat.

Selain di Pantai Rutilahu yang sempat dikunjungi Presiden Joko Widodo dan Mensos Tri Rismaharini kala itu, puluhan ponton juga parkir di dekat Pantai Baru dan Pantai Batu Rakit. Di dua lokasi tersebut, terpantau ada sekitar 45 unit ponton parkir tidak beraturan.

APPLY NOW
Scroll kebawah untuk lihat konten

Berdasarkan pantauan di Pantai Batu Rakit dan Pantai Baru, Selasa (3/12/2024), pemandangan yang disajikan cukup kontras. Ada keindahan pantai, ponton tambang pasir timah dan Kapal Feri yang sedang lego jangkar sembari menunggu jam operasional untuk kembali berangkat.

Bahkan, di sela-sela pemandangan itu, terdapat sejumlah nelayan yang sedang mencari ikan dan udang dengan alat tangkap pukat.

Ratusan unit ponton tersebut tentu menjadi buah bibir di kalangan masyarakat Kecamatan Mentok dan sekitarnya.

Dadang, seorang pengunjung mengaku gelisah dengan kehadiran ponton-ponton tambang tersebut. Ia berharap, pihak berwenang dapat melakukan tata kelola yang baik.

“Kebetulan sedang ada kerjaan di sini (Mentok) dan menginap. Jadi saya sempatkan nyantai ke sini (Pantai Batu Rakit), lihat-lihat pantai sambil makan otak-otak, asyik kan. Cuma saya lihat, banyak ponton tambang parkir, ini kan merusak pemandangan,” ujarnya, Senin (3/12/2024) sore.

Dia meyakini, kawasan tersebut bukan areal pertambangan khususnya Pantai Batu Rakit yang menjadi objek wisata daerah. Hal senada juga dikeluhkan masyarakat setempat bernama Akmal yang kesehariannya berprofesi nelayan dan kerap mencari ikan di daerah itu.

“Kalau ponton itu setahu saya baru ada beberapa hari parkir, tersebar di kawasan Pantai Baru, Batu Rakit dan Rutilahu. Cuma masalahnya, ini mengganggu kita nelayan mencari ikan karena tidak bisa menebar pukat di sana,” ujar Akmal kepada wartawan.

Yudit tak mengetahui persis ponton itu milik siapa. Begitu pula kawasan itu apa masuk Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk atau tidak. Namun demikian, nelayan merasa amat terganggu dengan kehadiran ponton tambang di perairan tersebut.

error: