Penulis: Abdi Mahatma, Kendari
Kapan terakhir kali anda nonton TV? Kalau anak-anak milenial apalagi Gen-Z sudah menganggap televisi itu benda purbakala. Akses informasi dan hiburan mereka kini ada di tangan,dan bisa dibawa kemana saja. Jika pertanyaanya ke emak-emak, kotak yang dulu ajaib itu kini hanya jadi pajangan di ruang tengah.
Suaranya dijadikan “teman” sembari scroll tiktok. Alih-alih mengingat jadwal siaran, bahkan nomor chanel tivi di remot pun sudah tak paham. Inilah realitas peradaban.
Perlahan, cara orang mengkonsumsi informasi berubah. Temuan abad 18 yang melibatkan nama-nama besar pengubah masa seperti John Mc. Graham, Joseph dan Michael Faraday, serta Alexander Graham Bell dan Thomas Edison kini daya tariknya tergerus Teknologi juga yang membunuhnya.
Tontonan yang sebelumnya hanya bisa diakses melalui televisi kini dapat dinikmati dalam multi-platform baru, yakni digital. Efeknya, industri televisi pelan-pelan berjalan pincang.
Ombak kemajuan menghantam mereka yang bekerja di sektor ini. Televisi mengumumkan merumahkan karyawan. Gedung-gedung mereka perlahan sepi. Kue iklan yang selama ini jadi penopang utama kehidupan, justru semakin kurus.
Tuntutan kreativitas dan inovasi bidang media sulit membuat kapal yang sudah terlanjur oleng, tegak lagi.
Gizi baru yang diharapkan dari pemerintahan baru ternyata hanya jadi asa. Perintah efisiensi dan penghematan datang dari puncak komando Semua harus paham, negara juga sedang butuh banyak sumber untuk program priorotas.
Maka, lihatlah televisi sebesar Kompas, dikabarkan mengirim pulang 100 karyawannya, dan tak lagi diberi akses untuk kembali berkantor.
Duit tak cukup untuk membayar mereka. 1 Mei lalu, presenter senior Githa Nila Maharkesri menyampaikan kabar jika siaran Kompas Sport Pagi harus berhenti mengudara setelah 12 tahun membersamai pemirsanya.
Banyak orang di program ini harus pamit. Desember 2024 lalu, ANTV sudah lebih dulu menyampaikan kabar tak sedap ini. 57 karyawan di bagian produksi dengan berat hari diminta cari sumber hidup lain. Biro-biro MNC Grup di daerah sudah mulai ditutup.











