<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratKriminalLokal

Arkeolog BPCB Jambi Bakal Cek Guci yang Berisi Kerangka Manusia

×

Arkeolog BPCB Jambi Bakal Cek Guci yang Berisi Kerangka Manusia

Sebarkan artikel ini
Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya. Foto: Sorotanbangka.
Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya. Foto: Sorotanbangka.

BANGKA BARAT – Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya menyampaikan kepolisian berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk memeriksa guci yang ditemukan warga.

Diketahui, guci tersebut ditemukan warga di lahan kebun yang terletak di Dusun Kerang, Desa Jebus Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, pada Rabu (11/6/2025) kemarin.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Pradana Aditya menyampaikan, Disbudpar Bangka Barat telah melakukan koordinasi dan bersurat dengan Balai Pelestarian Kebudayaan wilayah V yang berada di Provinsi Jambi.

“Rencana dalam minggu depan akan datang tim Arkeolog dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah V untuk mengecek langsung barang tersebut,” katanya..

Pradana Aditya menambahkan, guci yang berisi kerangka manusia ini telah disimpan oleh pemilik lahan kebun.

“Petunjuk sementara dari Kepala Disbudpar Bangka Barat agar tulang tersebut bisa dikuburkan dan barang berupa Guci diamankan,” katanya.

“Informasi sementara dari Kadis Kebudayaan dan pariwisata berdasarkan dokumentasi dan kronologis yang kami kirimkan menerangkan bahwa Guci tersebut sebagai objek diduga cagar budaya,” sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Kerangka manusia ditemukan warga dalam guci di Dusun Kerang, Desa Jebus Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, pada Rabu (11/6/2025) kemarin.

Kerangka manusia ditemukan dalam kondisi tidak utuh. Kerangka tersebut pertama kali ditemukan oleh warga yang tak lain merupakan pemilik lahan kebun.

Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya mengatakan, guci berisi kerangka manusia terkubur tertanam sekitar 1 meter di dalam tanah.

“Baru menggali tanah ditemukan sebuah guci yang tertanam di tanah sekitar 1 meyer, karena takut yang bersangkutan memanggil tetangga. Dibukalah guci diketahui ada tulang dan kerangka manusia, menghubungi Polsek Jebus dan perangkat desa,” katanya, Kamis (12/6/2025).

Hasil pemeriksaan terhadap tulang manusia yang ditemukan, Pradana Aditya menyampaikan disinyalir merupakan kerangka dari kuburan yang sudah lama.

“Guci berisi kerangka kepala, tulang kaki manusia. Diduga itu kuburan kuno atau lama. Gucinya disimpan di pemilik kebun. Kemarin langsung dicek dan dipastikan tidak ada warga yang kehilangan dan seterusnya. Secara kearifan lokal memang itu kuburan kuno yang model seperti itu,” ujarnya.

Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: