<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratKriminalLokal

Warga Bangka Barat Digegerkan Penemuan Mayat di Perkebunan Kelapa Sawit

×

Warga Bangka Barat Digegerkan Penemuan Mayat di Perkebunan Kelapa Sawit

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Warga Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat digegerkan dengan penemuan sesosok mayat yang sudah terbujur kaku di areal perkebunan kelapa sawit.

Kawasan perkebunan kelapa sawit ini tepatnya berada di Dusun Lingkun, Desa Penyampak, Kecamatan Tempilang.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Diketahui, identitas mayat ini bernama Zainal warga Dusun Lingkun, Desa Penyampak, Kecamatan Tempilang. Kesehariannya, pria 37 tahun itu berprofesi sebagai petani.

Sementara, lokasi kebun yang menjadi tempat ditemukannya korban adalah milik warga sekitar bernama Pili (39). Untuk saksi mata yang pertama kali menemukan korban juga warga sekitar bernama Jum’ah (55) dan Manti (64).

“Betul bang sore tadi informasinya ada penemuan jenazah di areal kebun sawit Dusun Lingkun. Yang saya tahu, sebelum ditemukan, korban sempat mencari ular,” ujar warga setempat.

“Korban juga katanya bertemu warga lain sehari sebelum kejadian di pondok kebun pada Jumat malam kemarin. Mungkin untuk lebih jelasnya bisa ke pihak kepolisian setempat bang apa penyebab korban meninggal,” ucapnya.

Guna memastikan kebenaran informasi tersebut, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak kepolisian. Khususnya pihak Polsek Tempilang yang membawahi lokasi dan wilayah tempat korban ditemukan.

Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: