Selain itu, drone thermal juga diturunkan untuk memantau area dari udara dan mendeteksi kemungkinan keberadaan korban melalui sensor panas.
Mikel Rachman Junika menegaskan bahwa kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri dalam operasi SAR ini.
“Cuaca yang kurang bersahabat dengan gelombang cukup besar menjadi kendala di lapangan. Namun kami tetap mengoptimalkan pencarian, salah satunya dengan penggunaan drone thermal Basarnas agar area pencarian dapat terpantau lebih luas dan efektif,” jelasnya.
Hingga Selasa malam, Tim SAR Gabungan masih terus melakukan penyisiran dan pemantauan di sekitar Pantai Teluk Uber. Operasi pencarian akan dilanjutkan dengan tetap mengedepankan faktor keselamatan seluruh personel, sembari berharap korban dapat segera ditemukan.














