3 Pabrik Kelapa Sawit di Bangka Belitung
PANGKALPINANG – Perkembangan industri kelapa sawit di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga awal 2026, tercatat sebanyak 20 pabrik pengolahan kelapa sawit telah beroperasi dan menopang aktivitas ekonomi daerah, khususnya di sektor perkebunan dan industri hilir.
Selain pabrik yang sudah berjalan, geliat investasi di sektor ini juga masih berlanjut. Tiga pabrik kelapa sawit lainnya kini tengah berada dalam tahap pembangunan dan penyelesaian perizinan, menandakan minat investor terhadap industri sawit Bangka Belitung masih cukup tinggi.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyebutkan, peningkatan jumlah pabrik pengolahan crude palm oil (CPO) diproyeksikan terealisasi dalam waktu dekat seiring rampungnya proses administratif dan pembangunan fisik sejumlah perusahaan.
Kepala Bidang Pengendalian dan Fasilitasi Usaha Industri Disperindag Babel, Wira Purnama, menjelaskan bahwa penambahan pabrik baru diperkirakan terjadi pada tahun 2026. Saat ini, tiga perusahaan masih menjalani tahapan perizinan sekaligus konstruksi fasilitas produksi di lapangan.
“Jika tidak ada kendala, tahun ini kemungkinan akan ada tambahan pabrik yang mulai beroperasi. Saat ini masih dalam proses perizinan dan pembangunan,” ujarnya dikutip dari haisawit.com, Selasa (14/1/2026).
Untuk memastikan kepatuhan pelaku industri, pemerintah daerah juga melakukan pengawasan intensif terhadap operasional industri besar sepanjang tahun 2025. Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh aktivitas pengolahan kelapa sawit berjalan sesuai regulasi dan standar teknis yang berlaku.
Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar perusahaan pengolahan sawit di Bangka Belitung telah memenuhi aspek legalitas dan kelengkapan dokumen usaha. Dari pengawasan terhadap belasan industri besar, mayoritas masuk dalam kategori kepatuhan tinggi berdasarkan indikator penilaian dari Kementerian Perindustrian.
“Secara umum, dokumen usaha perusahaan sudah hampir lengkap. Memang masih ada beberapa catatan kecil, namun tingkat kepatuhan industri tergolong tinggi,” jelas Wira.














