BANGKA – Aktivitas mencari ikan di Sungai Limbung berujung petaka. Seorang warga Desa Petaling, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, dilaporkan hilang setelah diduga diserang buaya saat menajur ikan, Selasa (10/2/2026) malam. Hingga kini, korban masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Korban diketahui bernama Jauhari (40). Insiden ini kembali memicu kewaspadaan masyarakat, mengingat Sungai Limbung dikenal sebagai wilayah yang kerap dilintasi predator buas, khususnya buaya muara.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, membenarkan adanya laporan kondisi membahayakan manusia tersebut. Setelah menerima informasi dari warga, pihaknya langsung mengerahkan satu tim rescue ke lokasi kejadian.
“Begitu laporan kami terima, tim langsung kami berangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan upaya pencarian,” ujar Mikel.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 18.40 WIB. Korban bersama empat rekannya berangkat ke Sungai Limbung untuk menajur ikan. Setibanya di lokasi, mereka berpencar menyusuri sungai untuk memasang tajur di beberapa titik.
Tak berselang lama, rekan-rekan korban mendengar suara teriakan yang diikuti gemuruh air cukup keras dari arah sungai. Awalnya suara tersebut dikira berasal dari hewan liar seperti monyet. Namun karena merasa ada yang tidak beres, mereka kemudian mendatangi sumber suara.
Saat tiba di lokasi, Jauhari tidak ditemukan. Rekan korban hanya mendapati senter milik korban masih menyala dan mengapung di tepi sungai. Dengan mempertimbangkan karakteristik lokasi yang merupakan habitat buaya, korban diduga kuat menjadi sasaran serangan predator tersebut. Kejadian itu lalu dilaporkan ke Kantor SAR Pangkalpinang.
Tim SAR gabungan yang tiba di lokasi langsung melakukan koordinasi dengan masyarakat setempat dan memulai pencarian. Upaya pencarian sempat dilakukan sejak malam hari dengan menggunakan drone thermal untuk mendeteksi keberadaan korban maupun potensi buaya di sekitar lokasi.
“Pencarian semalam kami maksimalkan menggunakan drone thermal, namun hingga saat ini hasilnya masih nihil,” jelas Mikel.














