Bangka Belitung

Anomali Penyelundupan 25 Ton Timah Ilegal, Bea Cukai: Diatur Satu Orang

108
×

Anomali Penyelundupan 25 Ton Timah Ilegal, Bea Cukai: Diatur Satu Orang

Sebarkan artikel ini
Puluhan ton pasir timah ilegal diamankan. Foto: Istimewa.
Puluhan ton pasir timah ilegal diamankan. Foto: Istimewa.

PANGKALPINANG – Upaya penyelundupan timah dalam jumlah besar kembali terbongkar di wilayah perairan Bangka Belitung. Tim gabungan aparat penegak hukum berhasil menggagalkan pengiriman 25 ton pasir timah ilegal yang diduga akan diselundupkan ke Malaysia, Rabu (14/1/2026).

Aksi penindakan dilakukan di Perairan Tanjung Kerasak, Kecamatan Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, setelah aparat mencurigai pergerakan kapal yang membawa muatan timah tanpa dokumen resmi.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kapal tersebut kemudian diamankan dan digiring ke Dermaga Pos TNI AL Pangkalbalam guna pemeriksaan lanjutan.

Kepala Bea Cukai Pangkalpinang, Junanto Kurniawan, membenarkan pengungkapan kasus tersebut. Menurutnya, total barang bukti yang diamankan mencapai 25 ton dan kuat dugaan akan dikirim ke luar negeri.

“Indikasinya memang mengarah ke Malaysia, tetapi tujuan detailnya masih kami dalami. Yang jelas, jumlah timah yang diamankan mencapai 25 ton,” katanya.

Junanto mengungkapkan, kepemilikan puluhan ton timah itu diduga berada di tangan satu pemain tunggal, bukan jaringan besar seperti yang biasa ditemukan dalam kasus serupa.

“Ini cukup tidak lazim. Satu orang bisa menguasai dan menyuplai timah dalam jumlah sebesar ini. Artinya, yang bersangkutan bukan pemain kecil, melainkan pemain besar lokal,” ujarnya.

Selain menyita puluhan karung pasir timah, tim gabungan juga mengamankan tiga anak buah kapal (ABK) yang berada di atas kapal saat penindakan dilakukan.

“Tiga orang ini statusnya masih sebatas membawa barang. Namun kami tidak akan berhenti sampai di situ, pengembangan kasus tetap dilakukan untuk mengungkap pemilik utama dan jaringan di belakangnya,” tegas Junanto.

Saat ini, aparat masih melakukan penyelidikan mendalam terkait asal-usul timah, jalur distribusi, hingga pihak-pihak yang terlibat. Pemeriksaan terhadap terduga pemilik barang juga belum dilakukan secara intensif.

“Kami masih menunggu kondisi yang bersangkutan stabil untuk dimintai keterangan. Proses penyidikan harus dilakukan secara tenang agar informasi yang didapat benar-benar akurat,” tuturnya.

error: