<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka Belitung

9 Kapal Perang TNI AL Hingga Drone Kamikaze Selamatkan Timah Rp173 Miliar

×

9 Kapal Perang TNI AL Hingga Drone Kamikaze Selamatkan Timah Rp173 Miliar

Sebarkan artikel ini
KSAL Laksmana M. Ali saat operasi pengamanan timah. Foto: Istimewa.
KSAL Laksmana M. Ali saat operasi pengamanan timah. Foto: Istimewa.

BANGKA BELITUNG – Pengamanan laut di wilayah Bangka Belitung diperkuat secara besar-besaran melalui pengerahan sembilan kapal perang TNI Angkatan Laut dalam sebuah latihan tempur terpadu yang digelar pada pertengahan Februari 2026.

Operasi ini tidak hanya berfokus pada simulasi pertahanan, tetapi juga menjadi bagian dari langkah nyata menjaga kedaulatan sumber daya alam nasional dari praktik penyelundupan dan penambangan ilegal.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kegiatan tersebut menampilkan kombinasi kekuatan alutsista laut, udara, hingga pasukan pendarat. Selain manuver armada perang, latihan juga dirancang sebagai ajang pengujian teknologi militer terbaru, termasuk drone pengintai dan drone kamikaze yang kini mulai diintegrasikan dalam strategi pengawasan wilayah pesisir dan perairan strategis Indonesia.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali memimpin langsung jalannya latihan anti-akses dan anti-amfibi tersebut. Sembilan kapal perang yang terlibat di antaranya KRI Brawijaya-320, KRI RE Martadinata-331, KRI John Lie-358, KRI Cut Nyak Dien-375, KRI Tjiptadi-381, KRI Halasan-630, KRI Surik-645, KRI Semarang-594, serta KRI Pulau Fani-731.

Dalam simulasi tempur, kekuatan artileri laut dan darat diperlihatkan secara terpadu. KRI RE Martadinata-331 melakukan penembakan meriam kaliber 76 mm, sementara satuan Korps Marinir mengoperasikan Multi Launcher Rocket System (MLRS) sebagai bagian dari skenario pertahanan pantai. Operasi tersebut juga melibatkan pasukan pendarat amfibi yang bergerak bersamaan dengan dukungan unsur udara.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut, Laksamana Pertama Tunggul, menegaskan bahwa penggunaan teknologi modern menjadi elemen penting dalam menutup ruang gerak pelaku kejahatan sumber daya alam di wilayah perairan strategis.

“Kita menguji sistem kendali mobil dan drone kamikaze untuk memastikan tidak ada celah bagi penyelundup di wilayah strategis ini,” ujarnya menjelaskan skenario operasi.

Usai rangkaian latihan, KSAL meninjau langsung barang bukti hasil operasi keamanan laut bersama satuan lapangan Tri Cakti. Dari operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan 496,892 ton timah serta 10.762,117 ton logam tanah jarang seperti zircon, ilmenite, dan monazite. Nilai keseluruhan komoditas yang diselamatkan dari praktik ilegal diperkirakan mencapai Rp173,6 miliar.

error: