BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bakuda Bangka Belitung
Bangka Barat

Netizen Ramai-ramai Berkomentar Soal Pemecatan 2 Dokter Spesialis RSUD Sejiran Setason

×

Netizen Ramai-ramai Berkomentar Soal Pemecatan 2 Dokter Spesialis RSUD Sejiran Setason

Sebarkan artikel ini

Perdebatan tersebut menunjukkan bahwa persoalan tenaga kesehatan di daerah tidak hanya berkaitan dengan disiplin kerja, tetapi juga menyentuh isu kesejahteraan serta distribusi tenaga medis.

Sebelumnya, Bupati Bangka Barat Markus menegaskan bahwa sebelum menjatuhkan sanksi berat, pemerintah daerah telah berupaya melakukan pendekatan persuasif kepada kedua dokter tersebut.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Kedua spesialis itu kita panggil dengan baik-baik, tapi tidak ada respon yang baik, tidak dipedulikan. Padahal, pemda ikut andil terhadap pendidikan spesialis bersangkutan minimal dengan mengeluarkan rekomendasi tugas belajar (Tubel), bahkan jangan lupa, ada spesialis yang ketika tubel, dia dapat support dana pendamping dari APBD,” kata Markus, Jumat (6/3/2026).

Markus juga menjelaskan bahwa sejumlah dokter spesialis kerap menggunakan alasan telah memenuhi masa pengabdian 2n+1 sebagai dasar untuk mengajukan mutasi dari daerah. Namun menurutnya, hal tersebut tidak serta merta dapat dijadikan alasan meninggalkan kewajiban pelayanan di daerah yang masih membutuhkan tenaga medis.

“Ada spesialis yang merasa 2n+1 itu sudah dipenuhi, lalu dijadikan alasan kabur dari daerah. Saya sudah berkoordinasi dengan BKN dan kepala daerah selaku PPK, diberi kewenangan untuk tidak memberikan ijin mutasi karena yang bersangkutan dibutuhkan, dia ASN harus patuh peraturan. Sementara bagi spesialis belum selesai masa pengabdian 2n+1, kita sudah berkoordinasi dengan penegak hukum untuk disuruh bayar denda,” tegas Markus.

Menurutnya, ketiadaan dokter spesialis jantung dan radiologi dalam waktu lama memberi dampak besar terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Sejiran Setason.

“Bahkan bupati dianggap masyarakat memberikan ijin pindah terhadap spesialis bersangkutan, padahal faktanya tidak karena kita butuh tapi ya mereka main kabur saja,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan pemerintah daerah sebelumnya telah berupaya mempertahankan dokter jantung tersebut agar tetap mengabdi di Bangka Barat.

“Selaku bupati saya sampai ngomong waktu itu, tidak apa-apa kalau pak dokter tidak mandang bupati, tapi tolong pandang masyarakat kami di Bangka Barat, tolong ingat Bangka Barat,” ucapnya.

error: